Kerap Beraksi di Wilayah Bulungan, 2 Perampok Tambak Dibekuk

Kerap Beraksi di Wilayah Bulungan, 2 Perampok Tambak Dibekuk

Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara (Kaltara) serius akan masalah keamanan bagi para petani tambak yang ada di wilayah Bumi Benuanta, hal ini dibuktikan dengan terus dilakukannya pengungkapan terhadap para pelaku penganggu keamanan dan ketertiban, seperti misalnya pelaku pencurian dengan kekerasan (Curas) alias perampok di wilayah Bulungan yang berhasil diungkap, Minggu malam (6/1). Dijelaskan Kapolda Kaltara

Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara (Kaltara) serius akan masalah keamanan bagi para petani tambak yang ada di wilayah Bumi Benuanta, hal ini dibuktikan dengan terus dilakukannya pengungkapan terhadap para pelaku penganggu keamanan dan ketertiban, seperti misalnya pelaku pencurian dengan kekerasan (Curas) alias perampok di wilayah Bulungan yang berhasil diungkap, Minggu malam (6/1).

Dijelaskan Kapolda Kaltara Brigjen Pol Indrajit, pihaknya berhasil mengamankan sebanyak dua orang pelaku curas yang terjadi di wilayah pertambakan Sungai Naga, Pulau Mapat, Kabupaten Bulungan meski sempat terjadi perlawanan dan kontak senjata dengan para pelaku.

“Sempat terjadi perlawanan dan kontak senjata dengan para pelaku namun kami berhasil mengamankan dua orang pelaku yaitu IS dan SK belum lama ini,” ungkapnya saat Pers Release, Rabu (9/1).

Keduanya berhasil dibekuk kata Indrajit, setelah petugas berhasil melumpuhkan keduanya dengan timah panas pada kaki masing-masing pelaku. Hal tersebut terpaksa dilakukan lantaran adanya perlawanan dan menghindari adanya korban jiwa.

“Setelah dilumpuhkan, barulah petugas berhasil mengamankan keduanya,” jelas Indrajit.

Disebutkannya, modus operandi para pelaku ini yaitu dengan memanfaatkan masa-masa panen tambak yang dilakukan oleh para petani yang lokasinya jauh dari jangkauan. Dengan menghadang para petani yang usai panen di perjalanan dan tersangka pun menodongkan senjata api rakitan dan pisau ke arah petambak.

“Tak ingin terluka, petani tambak terpaksa menghentikan speedboat mereka dan para tersangka pun leluasa mengambil hasil panen. Tak sampai di situ, speedboat dan mesin petani tambak juga diambil tersangka, petaninya disuruh terjun kelaut,” jelasnya.

Dijelaskan Indrajit, para pelaku ini kerap beraksi di wilayah seperti Pulau Tias, Perairan Tugu Panjang dan Tugu Mapat, semuanya itu adalah di wilayah Kabupaten Bulungan. Ia menegaskan  bahwa sejak awak para pelaku perampok ini menjadi atensi oleh pihaknya.

Indrajit menjelaskan, meski berhasil mengamankan dua orang itu, masih ada 3 tersangka lainnya yang ikut terlibat yang saat ini melarikan diri dari upaya penangkapan pada saat itu, ketiga orang itu ialah A, M dan H.

“Ketiganya masih melarikan diri dan kini sudah masuk DPO (daftar pencarian orang). Saya berpesan agar para DPO ini segera menyerahkan diri kepada pihak kepolisian daripada anggota kami yang membekuk di lapangan, sebab anggota akan terus melakukan pencarian,” imbuhnya.

Disebutkan Indrajit, dari dua tersangka yang berhasil diamankan tersebut, memang pria yang berinisial IS lah yang terkenal dengan aksi kejahatannya. Sebab dari beberapa kali aksi perampokkan yang dilakukan IS ini lah yang selalu ikut.

“Mereka melakukan 4 kali, yang sudah diungkap yaitu 3 kelompok, 1 orang tersangka bisa melakukan 4 kasus perampokkan, 3 kelompok yang sudah berhasil diungkap berisi saudaranya IS ini,” bebernya.

Selain mengamankan barang bukti berupa senpi rakitan, peluru, pisau, maupun hasil rampokkan, polisi juga mengamankan narkotika jenis sabu seberat 2 gram milik tersangka.

“Ada 2 gram sabu yang turut kami aman, mereka ini habis merampok, mereka kemudian bersenang-senang dengan mengkonsumi sabu,” jelas Indrajit.

Terlepas dari itu ia juga mengimbau kepada semua masyarakat, khususnya petani tambak agar ketika musim panen dapat memberikan informasi kepada polisi agar bisa dilakukan patroli sekitar perairan pertambakan yang melakukan panen untuk mencegah kejadian serupa terulang lagi.

“Informasikan saja kepada aparat kepolisian jika mau panen, biar polisi bisa patroli sebagai upaya pencegahan aksi perampokkan tambak ini,” jelasnya.

Adapun pasal yang disangkakan kepada kedua pelaku yakni pasal 365 ayat (2) ke-2 KUHP juncto pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951, dengan ancaman di atas 10 tahun penjara. Sedangkan untuk kepemilikan narkotikanya disangkakan UU narkotika.

“Ini akan kita ajukan hukuman seberat-beratnya, dengan pasal berlapis,” tutup Indrajit.

BARANG BUKTI YANG DIAMANKAN

  1. 1 Unit Speedboat dua unit mesin Yamaha 40 PK
  2. 3 Pucuk Senpi laras panjang dengan 5 butir peluru
  3. 1 pucuk senpi laras pendek
  4. 1 unit mesin 40 PK
  5. 9 basket kepiting
  6. 3 unit HP Samsung
  7. 1 unit HP Nokia

SUMBER : Polda Kaltara

Citra Benuanta
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *