Musim Buah, Berkah Bagi Pekebun dan Pedagang

Musim Buah, Berkah Bagi Pekebun dan Pedagang

TANJUNG SELOR – Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki dua musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan. Karena itulah Indonesia memiliki ragam jenis buah-buahan yang berbuah menurut jadwalnya masing-masing, tak terkecuali di Bulungan, dimana saat ini banyak ditemukan buah-buahan, mulai dari durian, duku, langsat, serta beberapa buah lainnya lagi. Pecinta buah-buahan, tentu moment ini harus

TANJUNG SELOR – Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki dua musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan. Karena itulah Indonesia memiliki ragam jenis buah-buahan yang berbuah menurut jadwalnya masing-masing, tak terkecuali di Bulungan, dimana saat ini banyak ditemukan buah-buahan, mulai dari durian, duku, langsat, serta beberapa buah lainnya lagi.

Pecinta buah-buahan, tentu moment ini harus dinikmati dan tidak bisa dilewatkan begitu saja, buah-buah seperti durian, elai, duku dapat dengan mudah kita jumpai di sudut Kota Tanjung Selor, dimana banyak dijajakan oleh para penjual.

Buah-buah tersebut dikatakan datang dari beberapa penjuru kecamatan yang ada di Bulungan, Seperti Tanjung Palas Barat Kecamatan Tanjung Palas, hingga Tanjung Selor sendiri. Untuk kecamatan terdekat, pemasok buah  yang kerap diperjual belikan di kota ibadah, yaitu Kecamatan Tanjung Palas.

“Untuk yang dekat memang Kecamatan Tanjung Palas, itu dapat dikatakan pemasok terbesar buah-buah yang dijajakan, sebab pedagang membeli di kecamatan tersebut,” ungkap Sulaiman (34) salah seorang pedagang buah yang dikonfirmasi, Kamis (24/1).

Pedagang kata dia, termasuk dirinya biasa membeli buah dari desa-desa yang ada di kecamatan tersebut, disebutkannya desa yang kerap didatangi seperti Desa Antutan, Desa Pejalin dan dusun Penisir-nya.

Lokasi-lokasi tersebut kata dia tidak begitu jauh, hanya beberapa menit perjalanan dengan kendaraan roda dua maupun empat.dari pusat pemerintahan kecamatan Tanjung Palas. Sejumlah desa tersebut memang menyajikan buah-buah segar.

“Sebab kita beli langsung dari pohonnya, disana banyak kebun warga yang buahnya bisa langsung dinikmati di tempat atau bawa pulang setelah membeli,” ucapnya.

Ia sebutkan ketika waktu weekend (Sabtu-Minggu)terkadang buah yang telah tersedia kerap kali sulit didapatkan lantaran banyaknya pengunjung yang berdatangan, bukan hanya pengepul buah, penikmat buah juga turut datang ingin merasakan langsung di kebunnya.

“Jadi sering kita datang itu buah sudah ludes dibeli atau diborong pengepul, kalau hari-hari libur itu, sebab itu yang kerap saya rasakan,” sebutnya.

Musim buah seperti ini kata dia, baik pengusaha maupun pemilik kebun menilai itu suatu berkah, sebab saat itulah rejeki dikumpulkan, bahkan kata dia keuntungan puluhan juta rupiah dapat dirasakan dari jerih jual-beli buah-buahan tersebut.

Disebutkannya pedagang seperti mereka tentu untungnya juga lumayan besar, bisa sampai puluhan juta, demikian juga dengan pemilik kebunnya sendiri. Bayangkan saja, kata dia terkadang satu ikat itu berharga 10 hingga 20 ribu untuk durian, sementara duku 10 ribu hingga 15 ribu perkilogramnya,

“Bayangkan saja satu pohon bisa sampai 200 kilogram untuk duku, demikian juga dengan durian 1 pohon berbuah ratusan tangkai, sementara pohonnya banyak, bisa mencapai puluhan,” pungkasnya. (MC Bulungan/slu)

Citra Benuanta
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *