Sumur Bor dan PJU-TS di Bulungan Diresmikan Dewan Energi Nasional

Sumur Bor dan PJU-TS di Bulungan Diresmikan Dewan Energi Nasional

TANJUNG SELOR – Sumur bor air bersih dan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU-TS) di Desa Wonomulyo, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Bulungan, Kaltara yang dibangun oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) diresmikan, Rabu (13/2). Peresmian dan penyerahan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan tersebut diwakilkan oleh Dewan Energi Nasional (DEN), dalam hal ini oleh

TANJUNG SELOR – Sumur bor air bersih dan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU-TS) di Desa Wonomulyo, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Bulungan, Kaltara yang dibangun oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) diresmikan, Rabu (13/2).

Peresmian dan penyerahan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan tersebut diwakilkan oleh Dewan Energi Nasional (DEN), dalam hal ini oleh Anggota Unsur Pemangku Kepentingan (AUPK) Ir.Dwi Hary Soeryadi, M.Mt.

Dijelaskan Dwi, Sumur Bor Air Tana dan PJU-TS dibangun di lima kabupaten kota di Kaltara, termasuk di Bulungan yang ditempat di Desa Wonomulyo, Tanjung Palas Timur.

Untuk pembangunan sumur bor air tanah, air merupakan sumber dari kebutuhan manusia, ia mengakui ada beberapa lokasi lantaran struktur alam sehingga agak sulit mendapatkannya.

“Untuk itu dari kementerian ESDM, dalam hal ini Badan Geologi mempunyai salah satu tugas membuat sumur bor, sehingga membuat sampai saat ini 2.288 unit seluruh Indonesia,” sebutnya.

Secara total, kapasitas debitnya adalah 144 juta kubik pertahunnya dan bisa digunakan atau dikonsumsi 6,6 juta jiwa yang tersebar di 33 Provinsi dan 312 Kabupaten, salah satunya di Kaltara.

“Yang mana hingga sejauh ini 21 sumur bor sejak tahun 2000-an, yang tersebar di Bulungan sebanyak 9 unit, Malinau 5 unit, Nunukan  6 unit serta Tana Tidung 1 unit,” jelasnya.

Khusus untuk tahun 2018 terbangun sebanyak 7 sumur bor yang mana tersebar di 3 Desa di Kabupaten Bulungan, yaitu Desa Antutan, Desa Tanah Kuning serta Desa Wono Mulyo. Kemudian di Kabupaten Malinau 1 unit di Desa Long Loreh, Kabupaten Nunukan sebanyak 2 yaitu di Desa Nunukan Tengah dan Sungai Nyamuk serta di Kabupaten Tana Tidung 1 unit yaitu di Desa Sedulung.

“Untuk anggaran 2018 itu menggunakan APBN mencapai Rp 2,8 Miliar. Ini semua untuk masyarakat Kaltara, APBN dari masyarakat dikembalikan ke masyarakat,” ucapnya.

Spesifikasi pompa yang ada itu sama, memiliki kedalam 100 hingga 125 meter, dilengkapi Pompa 3 PK, Genset 15 kVA, rumah genset, Tandon 5000 liter sertA memiliki kapasita 1,7 liter perdetik, dimana satu sumur bor ini itu bisa dipakai oleh kurang lebih 2.600 jiwa.

“Semoga dengan adanya pembuatan sumur bor ini dapat dimanfaatkan serta perawatan oleh Pemda untuk masyarakatnya,” jelasnya.

Sementara untuk PJU-TS Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), secara nasional itu ada sebanyak 21.654 unit yang telah dibangun, tersebar di 25 Provinsi termasuk Kaltara.

“2018 Kaltara  mendapat jatah 285 unit yang tersebar di Bulungan 92 Unit, Tarakan 43 unit, Tana Tidung 65 unit, Nunukan 55 unit serta Malinau 30 unit, semuanya sudah selesai untuk anggaran 2018,” ungkapnya.

Apa yang ada tersebut kata dia mohon untuk dimanfaatkan dengan baik, pihaknya sebagai wakil dari Kementerian ESDM, agar pemerintah daerah bisa memanfaatkan, dirawat serta dikelola dengan baik.

“Karena bagaimanapun semunya ini harus berdampak kepada masyarakat, taraf hidup serta ekonomi masyarakat semakin baik,” pungkasnya.

Sementara itu Bupati Bulungan H.Sudjati, S.H yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyebutkan ia berharap ke depannya, fasilitas seperti itu bisa terus ditambah di Bulungan ini.

“Karena masih cukup banyak desa-desa di 10 kecamatan di Bulungan ini, yang membutuhkan fasilitas seperti sumur bor air bersih maupun penerangan jalan umum,” jelasnya.

Untuk kita ketahui bersama, kata dia kemampuan pemerintah daerah untuk membiayai berbagai program pembangunan masih terbatas, sehingga tidak semua program akan dapat didanai.

“Kami harus membagi anggaran yang ada, berdasarkan skala prioritas yang telah disusun bersama melalui musyawarah perencanaan pembangunan,” ungkap bupati.

Kondisi itersebut sedikit banyaknya turut berpengaruh pada pelayanan PDAM maupun PLN di Kabupaten Bulungan. Dari 10 kecamatan se-Kabupaten Bulungan, masih ada desa-desa yang belum terjangkau oleh pelayanan air bersih.

“Begitu pula dengan PLN di bulungan, yang saat ini sedang mengalami defisit daya, sehingga dalam waktu dekat akan melakukan penyalaan bergilir di sejumlah wilayah,” jelasnya.

Maka dengan adanya fasilitas sumur bor air bersih, serta PJU-TS ini, tentu akan sangat membantu dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat kabupaten Bulungan. Kemudian kepada kepala Desa Wonomulyo, dalam kesempatan tersebut ia juga berpesan, bahwa pemerintah pusat hanya bertugas membangun sumur bor serta mengadakan fasilitas PJU-TS.

“Sedangkan untuk perawatannya diserahkan kepada pemerintah desa. karena itu diharapkan kepala desa dan seluruh masyarakat Desa Wonomulyo, agar merawat fasilitas yang telah dibangun ini, sehingga bisa terus dipakai secara berkelanjutan, serta dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan air bersih maupun penerangan jalan. Dan saya berharap pengelolaannya bisa melalui BUMdes,” pungkasnya. (MC Bulungan/slu)

Citra Benuanta
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *