Kecamatan Tanjung Palas Tengah Akan Dibangun SMAN

Kecamatan Tanjung Palas Tengah Akan Dibangun SMAN

TANJUNG SELOR – Kecamatan Tanjung Palas Tengah akan dibangun Sekolah Menengah Atas (SMA)  Negeri, setelah perjuangan mendapatkan lahan usai dilakukan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, hal tersebut diketahui setelah adanya pembahasan dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan belum lama ini. Dikatakan Camat Tanjung Palas Tengah, Khairul, bertahun-tahun lamanya, hingga saat ini masyarakat di Kecamatan

TANJUNG SELOR – Kecamatan Tanjung Palas Tengah akan dibangun Sekolah Menengah Atas (SMA)  Negeri, setelah perjuangan mendapatkan lahan usai dilakukan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, hal tersebut diketahui setelah adanya pembahasan dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan belum lama ini.

Dikatakan Camat Tanjung Palas Tengah, Khairul, bertahun-tahun lamanya, hingga saat ini masyarakat di Kecamatan Tanjung Palas Tengah yang ingin menuntut ilmu di SMA khususnya negeri di wilayahnya belum dapat terlaksana lantaran belum adanya sekolah tersebut.

“Pertama persoalan lahan, yang sejak dulu bahkan hampir 10 tahun tidak menemui kata sepakat,” ungkap Khairul.

Lebih jauh dikatakannya, pihaknya terus berjuang agar pembangunan SMA Negeri di Kecamatan Tanjung Palas Tengah khususnya di Desa Salimbatu yang merupakan desa Induk dapat terwujudkan, memenuhi kebutuhan masyarakat di tiga desa yang ada di wilayahnya.

“Cikal bakalan Bulungan adalah Desa Salimbatu, ini desa tertua hingga saat ini belum ada SMA Negerinya, melainkan baru ada SMA Swasta dan itupun menumpang pada SMPN 1 Tanjung Palas Tengah,” jelasnya.

“Harus masuk siang dengan menyesuaikan jadwal sekolah tersebut,” timpalnya.

Sebenarnya kata dia di wilayahnya banyak lahan, hanya saja ada oknum-oknum masyarakat yang tidak ingin menghibahkan lahannya untuk kebutuhan SMA Negeri tersebut.

“Setidaknya hampir 7 lokasi yang kami tinjau sejak beberapa tahun terakhir, namun tidak ada kata sepakat, gagal semua. Namun beberapa pekan lalu ada satu lahan milik warga yang kami tinjau, alhamdulillah telah ada kata sepakat,” jelasnya.

Lokasi tersebut kata dia masih di wilayah Desa Salimbatu, dekat dengan pinggir jalan raya, yang mana berhadapan dengan lahan yang sebelumnya tidak bisa dihibahkan.

Untuk itu iapun bersyukur ada masyarakat yang ingin menghibahkan lahannya untuk kebutuhan pembangunan SMA Negeri di Desa Salimbatu yang merupakan desa tertua secara administratif memiliki pemerintahan.

“Jadi saat ini statusnya sudah clear and clean, saya juga berterima kasih kepada semua pihak atas itu semua, utamanya warga Desa Salimbatu,” jelasnya.

Lantaran telah adanya lahan untuk kebutuhan SMA Negeri tersebut, iapun berharap agar pihak terkait, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kaltara selak pihak yang bertanggung jawab atas SMA/SMK di Kaltara.

“Mohon ini segera ditindaklanjuti, agar sekiranya SMA Negeri di Desa Salimbatu dapat segera dibangun,” sebutnya.

Sementara itu dikatakan Kepala Disdikbud Provinsi Kalimantan Utara, Sigit Muryono, selaku pihak yang berkewenangan atau bertanggung jawab terhadap SMA/SMK, pihaknya pun menyambut baik terhadap usulan yang disampaikan tersebut,

“Kami berterima kasih kepada pak camat, warga, kades hingga seluruh jajaran yang telah bersemangat untuk mendapatkan lahan yang jelas untuk pembangunan SMA di kecamatan ini, khususnya di Desa Salimbatu,” ujarnya.

Disebutkannya mekanisme pendirian sekolah ada dua, yaitu pertama USB atau Unit Sekolah Baru, dimana dalam hal ini membangun sekolah yang baru, asalkan ada lahan yang jelas dan bersertifikat.

“Itu bisa dibangun, bisa melalui APBD provinsi atau APBN dengan proses,” jelasnya.

Mekanisme yang kedua, ia katakan yaitu apabila ada sekolah swasta di wilayah tersebut, maka sekolah tersebut bisa di proses untuk dijadikan Negeri. Sebab jika harus membangun sekolah negeri lagi, pasti akan ada yang akan kalah bersaing.

“Ini juga tergantung masyarakat, apakah akan dibangun USB dengan proses yang lama atau sekola swasta itu dinegerikan,” jelasnya.

Tetapi jika memang masyarakat ingin USB maka, kemungkinan dapat terlaksana pada tahun 2020 mendatang, meski demikian kata dia tetap menunggu hasil penetapan RAPBD Provinsi Kaltara.

“Bila masuk atau teranggarkan maka pembangunan SMA di Salimbatu bisa mulai dibangun tahun depan, dengan syarat lahan yang ada sudah diserahkan sepenuhnya ke pihak pemerintah provinsi,” pungkasnya. (MC Bulungan/slu)

Citra Benuanta
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *