Peringati HPSN 2019, Pemkab Laksanakan Kerja Bakti Massal

Peringati HPSN 2019, Pemkab Laksanakan Kerja Bakti Massal

TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten Bulungan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggelar Kerja Bakti Massal dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2019, sebagai upaya menyadarkan masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah. Kegiatan difokuskan di Pasar Induk Tanjung Selor, Jumat (22/2). Kegiatan yang diikuti dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkup Pemkab Bulungan, Unsur TNI/POLRI,

TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten Bulungan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggelar Kerja Bakti Massal dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2019, sebagai upaya menyadarkan masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah. Kegiatan difokuskan di Pasar Induk Tanjung Selor, Jumat (22/2).

Kegiatan yang diikuti dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkup Pemkab Bulungan, Unsur TNI/POLRI, Organisasi Masyarakat (Ormas), Komunitas hingga masyarakat sipil yang ada di Bumi Tenguyun tersebut fokus membersihkan segala bentuk sampah yang ada di pasar itu.

Dikatakan Wakapolda Kaltara, KBP Zainal A. Paliwang, HPSN yang dirayakan setiap tanggal 21 Februari tersebut sejatinya untuk mengingatkan bangsa Indonesia bahwa pada tanggal waktu tersebut pernah terjadi tragedi nasional yaitu runtuhnya longsoran sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat.

“Tragedi itu terjadi pada 21 Februari 2005 yang mengakibatkan 148 jiwa meninggal
dunia,” ucapnya.

Tragedi tersebut hendaklah menjadi pembelajaram kepada seluruh masyarakat atau bangsa Indonesia untuk lebih baik lagi dalam hal persoalan pengelolaan sampah di wilayahnya.

“Hal ini untuk mengingatkan bahwa pengelolaan sampah harus dilakukan dari hulu ke hilir, bersama-sama seluruh masyarakat, apabila sampah itu dilakukan pengelolaan dengan baik maka masyarakat akan mendapatkan hidup yang bersih dan tentu saja sehat,” jelasnya.

Ia lanjutkan, apabila sampah itu dilakukan pengelolaannya dengan baik, juga bisa menjadi potensi ekonomi, artinya semakin banyak sampah yang dapat dikelola maka akan semakin bernilai ekonomis.

“Untuk itulah betapa pentingnya sampah ini dilakukan pengelolaan yang baik, tentunya dimulai dari diri kita sendiri terlebih dahulu, hingga dapat berkembang di lingkungan sekitar,” jelasnya.

Untuk itu dirinya juga mengimbau agar perayaan HPSN 2019 yang mana bertemakan ‘Kelola Sampah Untuk Hidup Bersih, Sehat dan Bernilai’ ini, sekiranya seluruh elemen masyarakat untuk selalu peduli terhadap kebersihan karena bersih itu indah, bersih itu sehat.

“Mari kita selalu menggelorakan kepedulian kita terhadap sampah, lakukan aksi nyata bersama untuk memerangi sampah, bergerak dari tingkat RT/RW, masyarakat sipil, komunitas, media, perusahaan swasta, pemerintah daerah harus ikut ambil bagian dalam aksi nyata terhadap isu persampahan,” tegasnya.

Sementara itu Bupati Bulungan H.Sudjati menjelaskan, kerja bakti massal tersebut sejatinya bertujuan untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dan merawatnya.

“Untuk menghidari penumpukan sampah-sampah yang kemudian berakibat kumuhnya satu lingkungan,” jelasnya.

Dijelaskannya, permasalahan sampah tentunya perlu disikapi serius oleh semua kalangan, memang harus dimulai dari lingkungan terkecil terlebih dahulu, pribadi hingga dilingkungan keluarga.

“Apabila keluarga sudah bersih dan sadar akan hal tersebut maka otomatis ditingkat RT, RW, Desa, Kecamatan HINGGA Kabupaten dapat bersih, dan permasalahan sampah juga dapat teratasi,” bebernya.

Pentingnya pengelolaan sampah lanjut bupati, tentunya juga dapat menghindarkan masyarakat dari permasalahan kesehatan, seperti demam berdarah maupun gangguan kesehatan lainnya.

“Oleh karenanya, selain dapat bernilai ekonomis, tentu masalah kesehatan juga dapat terjaga,” terangnya.

Lebih jauh dikatakan bupati, disisi lain disisi lain, sampah-sampah yang ada sebenarnya bisa dikelola menjadi tenaga listrik, kebetulan kata dia Bulungan kini dilirik investor yang bergerak di bidang energi.

“Sampah kita yang mencapai 240 ton perhari diyakini bisa menjadi bahan baku untuk menghasilkan energi listrik 30 hingga 35 Mw (Megawatt), semoga ditahun ini juga bisa direalisasi, saat ini masalah tersebut terus kami bahas bersama-sama,” jelasnya.

Nantinya kata dia, sampah-sampah yang ada itu tidak lagi perlu dipilah, sebab proses produksi untuk menghasilkan energi listrik sampah yang ada langsung diolah. Pastinya juga nantinya zero limbah.

Disinggung mengenai upaya Pemkab Bulungan untuk mengurangi penggunaan sampah plastik  oleh masyarakat, ia mengaku juga turut memikirkan hal tersebut, hal lain yang perlu dimantapkan kata dia ada solusi atau penganti daripada plastik tersebut.

‘Itu yang akan kita cari solusinya bersama-sama, misal kita melarang pengunaan plastik, namun tentunya kita harus juga mencari solusinya, misal pengantinya apa, itu yang sedang kita godok,” tutupnya. (MC Bulungan/slu)

Citra Benuanta
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *