Sebanyak 222 Peserta Ikuti UNAR

Sebanyak 222 Peserta Ikuti UNAR

TANJUNG SELOR – Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya, Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatik (Kominfo) melalui Loka Monitor Spektrum Frekuensi Radio Tanjung Selor melaksanakan Ujian Negara Amatir Radio (UNAR) yang pertama kali Bumi Benuanta–sebutan lain Kaltara, pada Minggu (24/3). Kegiatan UNAR tersebut terselenggara dengan baik berkat kerjasama antara kedua pihak tersebut dengan

TANJUNG SELOR – Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya, Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatik (Kominfo) melalui Loka Monitor Spektrum Frekuensi Radio Tanjung Selor melaksanakan Ujian Negara Amatir Radio (UNAR) yang pertama kali Bumi Benuanta–sebutan lain Kaltara, pada Minggu (24/3).

Kegiatan UNAR tersebut terselenggara dengan baik berkat kerjasama antara kedua pihak tersebut dengan Organisasi Radio Amatir Radio (Orda) Provinsi Kalimantan Timur, dimana dilaksanakan di dua lokasi berbeda, yaitu Tanjung Selor dan Malinau. Untuk lokasi Tanjung Selor UNAR dilaksanakan di Ruang Auditorium Gedung Unikaltar.

Berdasarkan data yang diperoleh, sebanyak 222 orang mengikuti UNAR tersebut, dengan rincian sebanyak 146 orang di Tanjung Selor yang terdiri dari tingkat siaga sebanyak 144 orang dan penggalang sebanyak 2 orang. Sementara untuk lokasi Malinau yaitu sebanyak 76 orang, dengan rincian sebanyak 75 tingkat siaga dan 1 orang tingkat penegak.

“UNAR ini memang yang pertama di Kaltara,” ungkap perwakilan dari Ditejn SDPPI, Dodik saat memberikan sambutan.

Lebih jauh ia katakan, kegiatan UNAR tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan untuk para amatir radio. Sementara amatir radio sendiri tak terlepas dari peraturan internasional maupun nasional.

“Peserta yang lulus mendapatkan sertifikat sebagai syarat tahap pengajuan izin amatir radio (IAR), yang selanjutnya dapat menjadi anggota Orari,” sebutnya.

Ia juga menyebutkan bahwa, kegiatan amatir radio juga sangat penting, utamanya pada saat terjadi bencana, dimana jaringan telekomunikasi sulit diakses, sehingga amatir radio juga dapat berperan untuk menyampaikan informasi.

“Sehingga Orari tersebutlah dapat menjadi cadangan komunikasi nasional,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan Izin Amatir Radio (IAR) yang didapatkan pegiat amatir radio setelah lulus Ujian Negara Amatir Radio (UNAR) merupakan bukti kompetensi yang diakui secara internasional, dan tidak hanya berlaku di Indonesia tapi juga di negara lain.

Ia berharap mereka yang sudah memiliki IAR dan tergabung dalam organisasi amatir radio dalam melakukan kegiatan tetap berpedoman kode etik dan mantaati segala peraturan spektrum frekuensi radio.

“Perangkat telekomunikasi yang digunakan harus bersertifikasi yang sudah diatur dalam Undang-Undang telekomunikasi,” jelasnya. (MC Bulungan/slu)

Citra Benuanta
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *