Bupati Lantik 9 Kades dari 5 Kecamatan di Bulungan

Bupati Lantik 9 Kades dari 5 Kecamatan di Bulungan

TANJUNG SELOR – Bupati Bulungan H.Sudjati resmi mengambil sumpah/janji serta melantik sembilan Kepala Desa (Kades) dari lima kecamatan yang ada untuk periode 2019 – 2025 setelah terpilih dalam pemilihan yang dilakukan beberapa waktu lalu, kegiatan berlangsung di Ruang Serbaguna Lantai II Kantor Bupati Bulungan, Senin (1/4). Adapun kepala desa yang dilantik tersebut dari Kecamatan Peso

TANJUNG SELOR – Bupati Bulungan H.Sudjati resmi mengambil sumpah/janji serta melantik sembilan Kepala Desa (Kades) dari lima kecamatan yang ada untuk periode 2019 – 2025 setelah terpilih dalam pemilihan yang dilakukan beberapa waktu lalu, kegiatan berlangsung di Ruang Serbaguna Lantai II Kantor Bupati Bulungan, Senin (1/4).

Adapun kepala desa yang dilantik tersebut dari Kecamatan Peso sebanyak dua desa, yaitu Long Pelaah dan Long Peso, Kecamatan Tanjung Palas sebanyak satu desa, yaitu Pejalin, sementara dari Kecamatan Peso Hilir sebanyak empat desa, yaitu Nahaya, Long Bang, Long Telenjau dan Long Tungu.

Tampak Bupati Bulungan H.Sudjati saat menyematkan tanda jabatan kepada kepala desa terpilih.
MEDIA CENTER BULUNGAN

Juga ada Kecamatan Sekatak, dimana ada satu desa yaitu Anjar Arip serta dari Kecamatan Tanjung Palas Timur juga sebanyak satu desa yaitu Sajau. Yang selanjutnya akan menjabat selama 6 tahun kedepan

Dalam sambutannya bupati mengucapkan selamat kepada para kades yang telah menjalani proses pemilihan kepala desa atau pilkades dan akhirnya pada hari ini diambil sumpah janji serta ditetapkan sebagai kepala desa yang juga abdi masyarakat desa.

“kepada kades yang lama, saya juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas jasa dan pengabdiannya selama memimpin di desa masing-masing. Semoga apa yang telah diberikan, menjadi amal ibadah,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut juga ia menyempatkan untuk berterima kasih atas upaya, jerih payah, dan pengorbanan para anggota Badan Permusyawaratan Desa,  Panitia Pemilihan serta semua pihak yang terlibat dalam pemilihan kepala desa.

“Karena tanpa peran serta semua itu, pemilihan kades tidak mungkin bisa terlaksana, sebagaimana amanat Undang-undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa,” jelasnya.

Terlepas dari itu, sebagai pemimpin penyelenggara pemerintahan, kades merupakan pengambil keputusan sekaligus penanggungjawab setiap kebijakan yang akan diambil, dan dilaksanakan oleh pemerintah desa.

“Sesuai dengan ketentuan, maksimal 3 bulan setelah pelantikan, kepala desa harus segera menyusun rencana pembangunan jangka menengah desa atau RPJMDES untuk jangka waktu 5  tahun, ditetapkan dengan peraturan desa atau Perdes, yang memuat visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan dan program,” bebernya.

Bupati mengatakan, penyusunan perencanaan pembangunan juga harus dilaksanakan secara partisipatif oleh pemerintahan desa, yang melibatkan lembaga kemasyarakatan.

“Selanjutnya dari RPJMDES tersebut pemerintah desa harus menyusun rencana kerja pembangunan desa atau RKPDES untuk jangka waktu 1 tahun, dengan ketetapan kepala desa, yang memuat kerangka program, prioritas pembangunan desa, rencana kegiatan dan pembiayaan,” ucapnya.

Lebih jauh dikatakan bupati, sebagai implementasinya yaitu APBDes yang merupakan rencana keuangan tahunan desa yang dibahas dan disetujui bersama oleh pemerintah desa dan badan permusyawartan desa.

“Yang ditetapkan dengan peraturan desa dan harus dikelola berdasarkan asas transparan, akuntabel, partisipatif, serta dilakukan dengan tertib dan disiplin anggaran,” tegasnya.

Ia menyebutkan, perlu diketahui pula, bahwa kades dapat diberhentikan, apabila di pengadilan terbukti dan berkekuatan hukum tetap, melakukan tindak pidana korupsi penyelewengan dana desa.

“Untuk itu saya minta kepada seluruh kades, agar berhati – hati dalam penggunaan dana desa dan ikuti petunjuk penggunaan dana desa serta tetap berkoordinasi dengan dinas teknis atau organisasi perangkat daerah terkait,” jelasnya.

Ia pun berharap kepala desa yang terpilih, untuk selalu semangat dalam menjalani tugas – tugas pemerintahan desa. Berilah yang terbaik buat desa dan tingkatkan peran PKK untuk memberdayakan kaum perempuan, guna menunjang keterampilan kaum perempuan di desa.

“Terakhir, saya berpesan kepada para kepala desa terpilih agar mengenali kondisi sosial masyarakat desa yang akan dipimpin, menggali potensi-potensi desa yang ada, sehingga ekonomi masyarakat desa tumbuh dan berkembang serta ada pergerakan kemajuan desa,” tuturnya.

Memang kata bupati, awalnya dari desa swadaya, bergerak menjadi desa swakarya dan akhirnya menjadi desa swasembada. Itulah yang diharapkan bersama ke depan.

“Ada perubahan desa-desa yang ada di Kabupaten Bulungan ke arah yang lebih baik dan mandiri,” pungkasnya. (MC Bulungan/slu)

Citra Benuanta
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *