Kaum Wanita Diharapkan Teladani RA Kartini

Kaum Wanita Diharapkan Teladani RA Kartini

TANJUNG SELOR – Peran pembangunan bagi wanita ialah diawali dari diri sendiri agar dapat mewujudkan manusia yang bermartabat, dengan keluarga sebagai pilar utamanya. Sehingga dapat sejajar dengan kaum pria. Asisten Bidang Administrasi Setkab Bulungan Kornelis Elbaar menyebutkan sebagaimana diketahui bersama, perjuangan emansipasi wanita Indonesia dicita-citakan, dipelopori dan diteladani oleh Raden Ajeng Kartini yang lahir 140

TANJUNG SELOR – Peran pembangunan bagi wanita ialah diawali dari diri sendiri agar dapat mewujudkan manusia yang bermartabat, dengan keluarga sebagai pilar utamanya. Sehingga dapat sejajar dengan kaum pria.

Asisten Bidang Administrasi Setkab Bulungan Kornelis Elbaar menyebutkan sebagaimana diketahui bersama, perjuangan emansipasi wanita Indonesia dicita-citakan, dipelopori dan diteladani oleh Raden Ajeng Kartini yang lahir 140 tahun yang silam.

“Kepeloporan tersebut didorong oleh keprihatinan, melihat harkat martabat kaumnya terbelenggu tirai tradisi, sehingga kehidupannya mengalami derita keterbelakangan, serta ketidaksamaan hak dan kedudukan dengan kaum laki-laki,” ungkapnya saat membuka Lomba Kebaya Nasional dalam Rangka Memperingati Hari Kartini di Ruang Serbaguna Lantai II Kantor Bupati Bulungan, Senin (22/4).

Tampak para ibu-ibu dari DWP Bulungan saat mengikuti Lomba Kebaya Nasional dalam rangka memperingati Hari Kartini 2019 di Ruang Serbaguna Lantai II Kantor Bupati Bulungan, Senin (22/4).

Ia melanjutkan, RA Kartini dalam suratnya kepada Nyonya M.C.E. Ovink-Soer pada 2 November 1900 menyatakan, perempuan sebagai pendukung peradaban. bukan karena perempuan yang dianggap cakap untuk itu, melainkan karena RA Kartini yakin sungguh-sungguh, bahwa dari perempuan mungkin akan timbul pengaruh besar.

“Yang baik atau buruk akan berakibat besar bagi kehidupan, bahwa kaum wanita yang paling banyak dapat membantu meninggikan kadar kesusilaan manusia,” jelasnya.

Ia melanjutkan, dari perempuanlah manusia itu pertama-tama menerima belajar merasa, berfikir, dan berkata-kata, dan bagaimanakah ibu-ibu bumiputra dapat mendidik anak-anaknya, kalau mereka sendiri tidak berpendidikan?.

“Kutipan isi surat itu menunjukkan RA Kartini adalah wanita yang memiliki cita-cita yang cemerlang, dan berani menentang penjajahan yang selalu mengekang hak-hak kaum perempuan, serta menentang kungkungan feodalisme,” bebernya.

Lebih jauh ia katakan, berkat kepeloporannya dan berbagai pemikiran yang terangkum dalam buku Habis Gelap Terbitlah Terang, kini kaum wanita Indonesia telah berdiri dalam kemitrasejajaran dengan kaum pria.

“Peran pembangunan bagi wanita diawali dari diri sendiri agar dapat mewujudkan manusia yang bermartabat, dengan keluarga sebagai pilar utamanya,” tegasnya.

Pemerintah daerah Bulungan sendiri, lanjutnya selalu berupaya agar kaum perempuan disejajarkan dalam pembangunan hingga membawa kaum perempuan ke arah yang lebih baik lagi, untuk kemandirian para wanita dan mencetak generasi muda yang dapat mengangkat harkat martabat, agama, keluarga dan bangsanya.

“Dengan demikian, peran wanita dalam segala bidang akan sangat dirasakan, dalam kaitannya dengan memajukan ekonomi masyarakat, memberikan arah positif bagi para wanita dan mampu melahirkan para generasi muda penerus bangsa yang mumpuni, cerdas, berakhlak, dan dapat bersaing dalam segala perkembangan zaman,” pungkasnya. (MC Bulungan/slu)

Citra Benuanta
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *