Isu Tentara Asing Masuk Bulungan adalah Hoaks

Isu Tentara Asing Masuk Bulungan adalah Hoaks

TANJUNG SELOR – Sehari belakangan ini, masyarakat Bulungan dikejutkan dengan kabar adanya tentara asing yang masuk di wilayah Bumi Tenguyun, dimana berawal dari postingan di facebook yang menunjukkan video beberapa orang warrga negara asing (WNA) berpakaian mirip tentara Tiongkok di wilayah Kilometer 12, Desa Gunung Sari. Isu tersebut pun ditepis aparat. Sebagaimana disampaikan Komandan Kodim

TANJUNG SELOR – Sehari belakangan ini, masyarakat Bulungan dikejutkan dengan kabar adanya tentara asing yang masuk di wilayah Bumi Tenguyun, dimana berawal dari postingan di facebook yang menunjukkan video beberapa orang warrga negara asing (WNA) berpakaian mirip tentara Tiongkok di wilayah Kilometer 12, Desa Gunung Sari. Isu tersebut pun ditepis aparat.

Sebagaimana disampaikan Komandan Kodim (Dandim) 0903/TSR, Letkol Inf Sigid Hengki Purwanto, WNA yang diduga tentara tersebut bukan lah tentara sebagaimana isu yang berkembang di masyarakat.

“Itu tidak benar,” tegas Sigid saat dikonfirmasi, Kamis (25/4).

Ia melanjutkan, setelah diperiksa lebih jauh, para WNA tersebut hanya mengenakan seragam yang mirip baju tentara asing, namun sebenarnya mereka bukan lah tentara asing sebagaimana yang ramai diperbincangkan saat ini.

Ia menyebutkan bahwa sebenarnya, WNA yang diketahui berjumlah 7 orang tersebut datang ke Bulungan dengan di damping tourguide atau pemandu wisata asal Indonesia, dengan kata lain mereka hanyalah wisatawan.

“Mereka hanya ingin melihat proses pengambilan dan pencarian Kayu Gaharu yang ada di desa tersebut,” terangnya.

Hanya saja, lanjut dia,  WNA yang diduga adalah tentara asing sebelumnya itu memasuki wilayah Bulungan tanpa adanya koordinasi, baik dari pihak keamanan maupun Imigrasi Berau dan Tarakan.

“Informasi yang kami terima, WNA itu memasuki wilayah Bulungan melalui imigrasi Jakarta,” sebutnya.

Ia menyebutkan bahwa koordinasi pihaknya terputus untuk melakukan pengecekan visa yang dimiliki WNA. Karena, yang mengeluarkan visa kepada 7 WNA itu adalah pihak keimigrasian dari Jakarta.

“Oleh karenanya kami tetap lakukan pengecekan, sebab ini memang tidak ada koordinasi. Kita tunggu informasi dari imigrasi dulu, karena biasanya WNA yang datang harus ke imigrasi dulu,” jelasnya.

Disinggung mengenai senjata yang dibawa oleh WNA tersebut, iapun membatahnya, bahwa tidak demikian. Isu yang berkembang dimasyarakat bahwa WNA tersebut membawa senjata lengkap tidak lah benar.

“KALAU dugaan lengkap dengan senjata, itu juga tidak benar. Sekali lagi saya katakan, mereka itu hanya menggunakan seragam yang agak mirip dengan pakaian loreng,” jelasnya.

“Mereka dari Jakarta ke Berau naik pesawat, lalu menggunakan kendaraan mobil ke Bulungan,” jelasnya.

Atas isu yang beredar kata dia, dirinya mengimbau agar masyarakat tidak perlu resah. Pihaknya telah memastikan bahwa WNA tersebut bukan lah tentara asing. Ia juga menyebutkan terhadap tourguide WNA tersebut juga akan untuk diperiksa lebih jauh.

“Kami akan gali lebih dalam lagi informasinya,” tegasnya.

Sementara itu Kapolda Kaltara Brigjen Pol Indrajit melalui Dirreskrimsus KBP Helmi Kwarta Kusuma Putra R juga telah melakukan pemeriksaan, ia juga menepis bahwa WNA tersebut adalah tentara.

“Itu bohong jika kemudian beredar di medsos bahwa itu tentara tiongkok, lengkap dengan senjatanya,” jelasnya saat dikonfirmasi, Kamis (25/4)

Adapun penyebar video yang telah beredar itu dianggapnya hanya membuat resah masyarakat, seolah-olah di Kaltara tidak ada aparat, khususnya TNI dan Polri. Karena kesimpulannya apa yang diposting di medsos itu bohong.

“Berdasarkan alat bukti gelar perkara yang kami lakukan tadi malam, kami sepakati bahwa perkara ini akan kami tindak  lanjuti ke penyidikan, siapa-siapa yang menjadi bagian, menyebarkan berita bohong ini, maka bersiap saja,” imbuhnya.

Sebab kata dia, sejak awal ia juga telah menegaskan bahwa pihaknya tidak akan main-main kepada siapa-siapa saja yang mencoba menyebarkan berita bohong atau hoaks maka siap-siap berhadapan dengan tim cyber yang dimiliki Polda Kaltara.

“Siapapun dia, sebab ketika ia menyebarkan berita bohong yang dapat membuat resah maka mendapatkan hukuman sebagaimana undang-undang yang berlaku,” terangnya.

Untuk itu siapa yang memposting berita tersebut kata dia, pihaknya akan ketahui setelah adanya hasil penyidikan. Ketika kemudian telah ditemukan barulah akan diketahui latar belakang orang tersebut.

“Termasuk tujuannya apa menyebarkan berita tersebut,” pungkasnya. (MC Bulungan/slu)

Citra Benuanta
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *