Lefran Adam Singal Pahlawan Lingkungan Bulungan Tutup Usia

Lefran Adam Singal Pahlawan Lingkungan Bulungan Tutup Usia

TANJUNG SELOR – Masih ingat dengan Lefran Adam Singal, warga Kalimantan Utara (Kaltara), yang berdomisili di Desa Gunung Seriang, Kecamatan Tanjung Selor. Pengiat lingkungan peraih Kalpataru 2017 di Kaltara itu tutup usia pada Minggu (19/5). Diterima informasi dari kerabat korban, ia tutup usia sekira pukul 17.20 wita, di Rumah Sakit Soemarno Sostroatmodjo Tanjung Selor, Bulungan, karena sakit yang dideritanya dalam beberapa

TANJUNG SELOR – Masih ingat dengan Lefran Adam Singal, warga Kalimantan Utara (Kaltara), yang berdomisili di Desa Gunung SeriangKecamatan Tanjung SelorPengiat lingkungan peraih Kalpataru 2017 di Kaltara itu tutup usia pada Minggu (19/5).

Diterima informasi dari kerabat korban, ia tutup usia sekira pukul 17.20 wita, di Rumah Sakit Soemarno Sostroatmodjo Tanjung Selor, Bulungan, karena sakit yang dideritanya dalam beberapa bulan terakhir ini.

Pria yang akrab disapa Lefran (Utu) itu sebelumnya atau pada tahun 2017 lalu menerima penghargaan Kalpataru atau penghargaan yang diberikan kepada kelompok atau perorangan yang telah berjasa dalam melestarikan lingkungan untuk kategori pembina.

Hal itu berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor S74/PSKL/KELING/PSL.3/7/2017 Tanggal 18 Juli 2017. Ia dinilai sebagai individu yang mempunyai perhatian luar biasa dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan, di Bulungan khususnya dan Kaltara pada umumnya.

Pria kelahiran Pujungan (dulu Bulungan kini Malinau), 20 mei 1958 itu dan menetap di RT IV Jalan Poros Tanjung Selor – Mara, Desa Gunung Seriang itu mulai merintis kegiatannya sejak tahun 2003 dan menghasilkan penghargaan bergengsi kali pertama diterimanya pada 2 Agustus 2017 pada puncak peringatan hari Lingkungan Hidup Se-Dunia di Jakarta oleh Presiden RI, Joko Widodo.

Ia mulai membudidayakan dan membina serta melestarikan lingkungan pada tahun 2005 dengan mengembangkan atau mengintegrasikan berbagai jenis tanaman buah-buahan dan pohon hutan yang kini mulai sulit ditemukan, seperti kayu kapur, keruing, bengkirai, kayu hitam, kayu gaharu, kayu ulin dan lainnya dengan membuka lahan seluas 20 hektare.  4 hektare diantaranya berisi 260 jenis tanaman dan beberapa hewan di dalamnya. Ia pun rutin lakukan reboisasi (penanaman kembali hutan yang telah ditebang).(MC Bulungan/slu)

…: Selamat Jalan Sang Pahlawan Lingkungan “Lefran Adam Singal” karya mu akan selalu dikenang:…

Citra Benuanta
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *