Bupati : ASB Dapat Meminimalisir Pengeluaran Kurang Jelas

Bupati : ASB Dapat Meminimalisir Pengeluaran Kurang Jelas

TANJUNG SELOR – Bupati Bulungan H.Sudjati menyebutkan Analisis Standar Belanja atau ASB memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah dapat meminimalisir pengeluaran kurang jelas, hal ini ia sampaikan saat membuka sosialisasi ASB dan sistem informasi manajemen (SIM) di lingkungan Pemkab Bulungan, Senin (1/7). Bupati menyebutkan, bahwa ASB merupakan standar untuk menganalisis anggaran belanja yang digunakan dalam

TANJUNG SELOR – Bupati Bulungan H.Sudjati menyebutkan Analisis Standar Belanja atau ASB memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah dapat meminimalisir pengeluaran kurang jelas, hal ini ia sampaikan saat membuka sosialisasi ASB dan sistem informasi manajemen (SIM) di lingkungan Pemkab Bulungan, Senin (1/7).

Bupati menyebutkan, bahwa ASB merupakan standar untuk menganalisis anggaran belanja yang digunakan dalam suatu program atau kegiatan, demi menghasilkan tingkat pelayanan tertentu dan kewajaran biaya unit kerja dalam satu tahun anggaran.

“Kami menyambut baik dilaksanakannya kegiatan ini, antara lain sebagai tindak lanjut dari updating usulan ASB sesuai tupoksi OPD, yang kita laksanakan pada awal april 2019 lalu,” ungkapnya saat memberikan sambutan di Ruang Serbaguna Lantai II Kantor BupatI.

Ia melanjutkan, manfaat dari ASB tersebut antara lain meminimalkan terjadinya pengeluaran yang kurang jelas yang mengakibatkan inefisiensi anggaran, meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pengelolaan keuangan daerah, dan menentukan anggaran berdasarkan pada tolak ukur kinerja yang jelas.

“Sebagai perumpamaan saja, misalnya contoh kasus ada satu OPD yang akan melaksanakan pameran dengan jumlah 100 stan mendapatkan anggaran sebesar 150 juta, sementara  OPD yang lain melaksanakan kegiatan bernama expo dengan jumlah 100 stan ternyata bisa mendapatkan anggaran sampai 300 juta,” ungkapnya.

Lebih jauh dikatakan bupati, atau misalnya bimbingan teknis bagi 30 peserta selama 2 hari di satu OPD dianggarkan sebesar 150 juta, sementara di OPD lain kegiatan serupa mendapatkan anggaran sebesar 300 juta.

“Hal tersebut tentunya dapat kita hindari dengan menggunakan sistem informasi manajemen atau SIM serta analisis standar belanja yang baik dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang ada,” jelasnya.

Berkaitan dengan ini, bupati juga mengingatkan agar pengeluaran anggaran daerah berdasarkan pada kewajaran ekonomi, efisien dan efektif, maka anggaran daerah harus disusun berdasarkan kinerja yang akan dicapai oleh daerah.

“Dengan menggunakan anggaran kinerja tersebut, maka anggaran daerah akan lebih transparan, adil serta dapat dipertanggungjawabkan,” sebutnya.

“Dan salah satu instrumen yang diperlukan untuk menyusun anggaran daerah dengan pendekatan kinerja adalah ASB ini,” sambungnya.

Oleh karena itu bupati berpesan, kepada seluruh peserta sosialisasi, khususnya perwakilan OPD dan penyusun anggaran pada tiap-tiap unit kerja, untuk mengikuti sosialisasi tersebut dengan sungguh-sungguh, sehingga ASB dapat diwujudkan dan dilaksanakan secara riil oleh Pemkab Bulungan.

Untuk diketahui, dalam kegiatan ini Pemkab Bulungan melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) menghadirkan narasumber dari Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. (MC Bulungan/slu)

Citra Benuanta
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *