Melihat Program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani

Melihat Program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani

TANJUNG SELOR – Kabupaten Bulungan akan mengusulkan mengikuti program Serasi (Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani) pada 2020 ke Kementerian Pertanian (Kementan) RI. Bupati Bulungan, H Sudjati, SH menyampaikan hal tersebut saat melakukan kunjungan lapangan bersama Dinas Pertanian ke Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Jumat (5/7). Kalsel merupakan wilayah yang mendapat perhatian khusus dalam merealisasikan

TANJUNG SELOR – Kabupaten Bulungan akan mengusulkan mengikuti program Serasi (Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani) pada 2020 ke Kementerian Pertanian (Kementan) RI. Bupati Bulungan, H Sudjati, SH menyampaikan hal tersebut saat melakukan kunjungan lapangan bersama Dinas Pertanian ke Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Jumat (5/7).

Kalsel merupakan wilayah yang mendapat perhatian khusus dalam merealisasikan program Serasi mengingat lahan rawa yang tersedia cukup luas. Kementan pun menyediakan dana Rp 600 miliar, terbesar kedua setelah Sumatera Selatan (Sumsel) yakni Rp 800 miliar.

Dijelaskan, kunjungan kerja Bupati Bulungan ke Kabupaten Banjar karena cukup banyak persamaan kondisi lahan antara Kalsel dan Kalimantan Utara khususnya Kabupaten Bulungan. Yaitu potensi luasan lahan rawa, agroklimat atau perpaduan ilmu pertanian dan cuaca serta pengelolaan lahan rawa lebak atau daratan tergenang dan rawa pasang surut.

“Luasan lahan rawa di Bulungan berkisar 50 ribu hektare sampai 70 ribu hektare dan pada 2020 akan kita usulkan mengikuti program Serasi di areal 3 ribu hektare yang tersebar di kawasan Food Estate Tanjung Buka dan sekitarnya,” terang Bupati.

Dilanjutkan, program Serasi oleh Kementan melalui Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) serta Dirjen Tanaman Pangan dan Hortikultura. Pola bantuan pemerintah tersebut berupa swakelola yang langsung masuk rekening kelompok tani dan dikerjakan oleh petani atau padat karya.

“Polanya bersifat transfer uang dan transfer barang secara bertahap sesuai progress atau perkembangan kegiatan di lapangan,” sahutnya.

Diharapkan, setelah diusulkan Pemkab Bulungan, para kelompok tani khususnya yang lahannya akan mendapat program Serasi dapat meningkatkan hasil pertanian sekaligus mengoptimalkan lahan rawa yang ada.

Untuk diketahui, pola penanaman program Serasi yakni Tabela (tanam benih langsung) yang artinya,kondisi lahan mesti macak-macak atau minim air (becek) sehingga benih padi mudah ditaburkan.

Program Serasi juga mensyaratkan tata air yang baik. Karena itu lahan yang telah ditetapkan sesuai hasil SID (Survei Investigasi dan Desain), dibenahi tata airnya.

Upaya itu penting guna mengendalikan air, terutama saat musim penghujan dan musim kemarau. Pembenahan tanggul juga dilengkapi pintu-pintu airnya untuk mempermudah mempertahankan genangan air secukupnya di hamparan lahan.

“Potensi lahan rawa yang siap untuk dikembangkan menjadi lahan pertanian harus dilakukan agar kita di Kabupaten Bulungan dapat mendukung mewujudkan Indonesia jadi lumbung pangan,” tegas Bupati.

Ditambahkan, pengamanan ketahanan pangan nasional melalui jumlah hasil produksi juga perlu terus ditingkatkan. Yaitu sebagai upaya peningkatan Indeks Pertanaman (IP) dan Luas Areal Tanam komoditas pertanian. Lalu sasaran akhir kedaulatan pangan pada tahun 2045. (MC Bulungan/hms/sny)

Citra Benuanta
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *