Kapolri Resmikan Mapolda Kaltara

Kapolri Resmikan Mapolda Kaltara

Bulungan, CitraBenuanta – Setelah sempat tertunda, akhirnya Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Kalimantan Utara (Kaltara) di KM 9 Bumi Rahayu Tanjung Selor diresmikan, langsung oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Tito Karnavian, Kamis (18/7). Sejatinya Kapolri telah tiba di Kaltara pada Rabu (17/17), tepatnya di Kota Tarakan, pagi sekira pukul 09.30 wita, Kapolri tiba

Bulungan, CitraBenuanta – Setelah sempat tertunda, akhirnya Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Kalimantan Utara (Kaltara) di KM 9 Bumi Rahayu Tanjung Selor diresmikan, langsung oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Tito Karnavian, Kamis (18/7).

Sejatinya Kapolri telah tiba di Kaltara pada Rabu (17/17), tepatnya di Kota Tarakan, pagi sekira pukul 09.30 wita, Kapolri tiba di Bulungan untuk melanjutkan kunjungan kerjanya dengan menggunakan Helikopter Polda didampingi Kapolda Kaltara Brigjen Pol Indrajit dan Gubernur Kaltara Irianto Lambrie. Mendarat di Halaman Mapolda Kaltara.

Ia disambut oleh masyarakat Kaltara dan unsur Forkopimda baik Kabupaten maupun Provinsi yang sudah menunggu pimpinan tertinggi di Korps Bhayangkara tersebut dengan upcara adat hingga tari-tarian dan alunan musik tradisional.

Dalam sambutannya, Kapolri sangat berterima kasih kepada masyarakat Kaltara, Pemda, Pemprov hingga pihak swasta atas kontribusi yang tak ternilai dalam pembangunan Mapolda Kaltara.

Kapolri menyebutkan adanya Polda Kaltara sekaligus markasnya juga merupakan bentuk perhatian pemerintah atas keamanan warganya yang juga sangat didukung masyarakat Kaltara dan pihak-pihak lainnya.

“Pertama kali saya meninjau gedung ini, ada rasa kekhawatiran apakah Polda dapat berdiri dengan melihat kondisi yang ada saat itu, namun Gubernur meyakinkan saya, gedung yang semulanya aset Pemkab Bulungan akan dirapikan,” jelasnya.

Ia melanjutkan rasa kekhawatirannya tersebut lantaran berkaitan dengan anggaran untuk pembangunan markas, namun kata dia berkat sinergi Pemprov dan Kabupaten/kota, khususnya Bulungan, aset yang sebelumnya diperuntukkan bagi DPRD Bulungan tersebut pun dihibahkan oleh Pemkab Bulungan dan perlahan dibangun dan direnovasi.

“Setelah terbentuknya Polda Kaltara, memang personel sempat menumpang di Polres Bulungan dan perlahan pindah ke Mapolda ini setelah banyaknya kontribusi yang diberikan baik itu melalui CSR, Pemerintah dan Masyarakat, sehingga hari ini bisa diresmikan,” jelasnya.

Ia menjelaskan, pembangunan Mapolda Kaltara bukan pemberian dari pusat. Semua berasal dari masyarakat, Pemda dan Pemprov serta swasta atau bisa disebut urunan. Sehingga kata dia, itu bedanya Polda ini dengan Polda lainnya.

“Sejarah ini tidak boleh hilang, untuk itu saya juga perintahkan jajaran polda untuk dapat membuat prasasti untuk di pasang di depan Polda, sehingga generasi ini dan berikutnya bisa malu hati dan tidak pantas untuk menyombongkan diri kepada masyarakat,” tegasnya.

Untuk itu Kapolri juga berharap agar fasilitas yang ada tersebut benar-benar menjadi unsur yang kuat dalam memberikan keamanan di Kaltara. Kemanan di Kaltara kedepannya agar bisa lebih baik lagi.

“Tujuan utamanya adalah berkaitan dengan keamanan yang lebih baik dan mempermudah pelayanan, tidak bergantung dengan Kaltim lagi, baik itu urusan ke Balikpapan maupun ke Samarinda,” jelasnya.

Kapolri juga mengimbau agar masyarakat Kaltara tetap menjaga situasi Kamtibmas untuk terus kondusif, sebagai modal untuk mengembangkan daerah, dengan demikian investor bisa tertarik berinvestasi di daerah.

“Apabila terjadi konflik, tidak akan ada yang mau investasi di daerah, untuk itu daerah harus aman dulu, tentunya itu peran serta masyarakat Kaltara untuk terus menjaga kondusifitas,” pungkasnya,

Dalam kunjungan kerjanya di Kaltara kali ini, Kapolri meresmikan Mapolda Kaltara, SPN dan RS Bhayangkara dengan menandatangani prasasti peresmian. Selain itu Kapolri juga memberikan penghargaan kepada Kepala Daerah yang telah berpartisipasi mendukung pembangunan Polda Kaltara.

Yaitu kepada Gubernur Kaltara Irianto Lambrie, Bupati Bulungan H. Sudjati, Bupati Nunukan Asmin Laura, Bupati Tana Tidung Undunsyah, Bupati Malinau Yansen T.P dan Walikota Tarakan Khairul.

Oleh masyarakat adat dayak, Kapolri juga diberikan gelar adat yaitu Abieng Lihan Padan berdasarkan kesepakatan bersama. Gelar tersebut merupakan sebuah nama pahlawan dan pemimpin suku dayak yang merupakan suku asli Kalimantan yang menurut masyarakat dayak cocok untuk Kapolri karena kapahlawanan dan kepemimpinannya.

“Abieng Lihan Padan ini merupakan pahlawan yang dihormati dan dari kisah nyata. Bukti nyata adanya makam beliau berada di Sarawak, Malaysia,” ungkap Apui Laing Ketua Lembaga Adat Dayak Kabupaten Bulungan. (MC Bulungan/sny)

Citra Benuanta
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *