Dispopar Adakan Festival Batik dan Kuliner Khas Bulungan

Dispopar Adakan Festival Batik dan Kuliner Khas Bulungan

Bulungan, CitraBenuanta – Untuk memperkenalkan batik dan kuliner khas di Bulungan, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariswita (Dispopar) Bulungan mengelar festival batik dan kuliner yang difokuskan di Lapangan A.Yani Tanjung Selor, Kamis (15/8). Dikatakan Kepala Bidang Pariwisata Dispopar Bulungan Hasanuddin menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk mempromosikan atau memperkenalkan batik Bulungan, seperti batik Bultiya, Dabuti dan

Bulungan, CitraBenuanta – Untuk memperkenalkan batik dan kuliner khas di Bulungan, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariswita (Dispopar) Bulungan mengelar festival batik dan kuliner yang difokuskan di Lapangan A.Yani Tanjung Selor, Kamis (15/8).

Dikatakan Kepala Bidang Pariwisata Dispopar Bulungan Hasanuddin menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk mempromosikan atau memperkenalkan batik Bulungan, seperti batik Bultiya, Dabuti dan GP Mangga Cinta.

“Tujuannya tentu untuk promosi, khususnya dalam batik yang ada di Bulungan,” ungkapnya ditemui disela-sela kegiatan.

Kegiatan tersebut kata dia juga untuk membantu para pengrajin dalam memasarkan batik-batik yang ada, sebab kata dia sejauh ini kendala yang ada berkaitan dengan promosi.

“Jadi dengan adanya kegiatan seperti ini secara tidak langsung masyarakat bisa melihat bahwa di Bulungan ada batik khas juga, sehingga kedepan batik yang ada ini bisa lebih dikenal dan digunakan secara luas, khusus di daerah Bulungan,” ungkapnya.

Upaya memperkenalkan batik yang ada kata dia juga bisa melalui lingkungan sekitar, yang artinya bisa digunakan, misal di masyarakat sekitar pengrajin batik atau bahkan hingga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di wilayah Bulungan.

“Itu juga sudah dilakukan saat ini, mulai dari lingkungan kita dulu, tentu kita berharap batik-batik yang ada ini bisa dikenal hingga ke luar daerah,” sebutnya.

Sementara untuk festival Kuliner khas kata dia juga bertujuan untuk memperkenalkan dan melestarikan hingga mengangkat nama makanan atau kuliner khas yang ada di Bulungan.

“Kuliner yang diperkenalkan pada festival ini memang merupakan makanan khas yang sudah turun temurun dikonsumsi oleh masyarakat Bulungan yang mana bahan-bahannya dari bahan baku lokal, seperti umbi-umbian, ikan hingga tanaman lainnya,” jelasnya.

Diharapkan kedepan kata dia dengan adanya kegiatan tersebut dapat lebih mengangkat kuliner khas yang ada di Bulungan, jika sebelumnya sedikit yang tahu, dengan kegiatan seperti tersebut lebih banyak yang mengetahui.

“Sebagai mana yang kita ketahui jika kita pergi ke suatu daerah, yang paling banyak dicari adalah makanan khasnya, kuliner khas apa, sehingga tujuannya kami juga seperti itu, agar ada orang luar daerah yang masuk ke Bulungan dapat lebih mengenal kuliner khas kita,” pungkasnya.

Sementara itu Bupati Bulungan H.Sudjati yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Politik, Hukum dan Pemerintahan Setda Bulungan H.Agus Nurdiansyah mengatakan pihaknya berharap melalui festival batik khas daerah dan kuliner khas daerah ini dapat memasarkan produk-produk dari usaha mikro, kecil dan menengah atau UMKM di Bulungan.

“Pada kemajuan teknologi informasi dan komunikasi sekarang ini, tentunya kita tidak hanya sekedar meningkatkan produksi, tetapi juga harus rajin memasarkan produk-produk UMKM Bulungan,” jelasnya.

Sebagaimana kita ketahui, kita telah memiliki batik motif khas dari suku Dayak, Tidung dan Bulungan. Kemudian untuk kuliner Bulungan juga memiliki makanan tradisional lawa, merupakan makanan khas kerajaan bulungan, berbahan dasar dari beberapa bahan pokok dari  sayuran yang menyegarkan seperti timun atau rumput laut.

“Lalu tudai, yaitu kerang berdaging tebal yang memiliki cangkang berwarna hitam dan jingga yang biasa disajikan dengan direbus atau dijadikan sambal goreng. ada pula dodol cempedak, rumput laut serta berbagai kuliner dan camilan khas daerah kita yang dapat kita pasarkan ke luar daerah,” bebernya.

Saat ini kata dia, makanan yang beredar di sekitar masyarakat saat ini kebanyakan diserbu oleh makanan serba instan dan cepat saji. Padahal nilai gizinya kurang dibanding makanan tradisional bahkan masuk kategori tidak sehat.

“Sehingga banyak dampak negatif, dan sering kita jumpai anak muda sekarang terkena hipertensi, stroke, jantung dan kanker yang salah satu faktornya karena makanan,” ucapnya.

Oleh karena itu, perlu ditingkatkan kepedulian terhadap olahan makanan lokal, sehat dan kreatif. Bila dikelola baik, makanan khas suatu daerah bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Selain itu, tentunya kegiatan ini juga bagian dari upaya mengembangkan produk khas daerah sebagai kekuatan pariwisata nasional. termasuk di dalamnya kuliner khas daerah sebagai  bagian dari wisata minat khusus,” pungkasnya. (MC Bulungan/sny)

Citra Benuanta
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *