Tahun Keempat POPM, Dinkes Berharap Bisa Kembali Lampaui Target

Tahun Keempat POPM, Dinkes Berharap Bisa Kembali Lampaui Target

Bulungan, CitraBenuanta – Bulan Oktober menjadi bulan eliminasi penyakit kaki gajah (belkaga), yakni waktunya untuk meminum obat pencegahan yang diberikan dalam program pemberian obat pencegahan massal (POPM) filariasis sebanyak 1 dosis setiap tahun selama 5 tahun berturut-turut. Tahun ini merupakan tahun keempat bagi Bumi Tenguyun—sebutan lain Bulungan dalam upaya pemberantasan penyakit kaki gajah tersebut, dimana

Bulungan, CitraBenuanta – Bulan Oktober menjadi bulan eliminasi penyakit kaki gajah (belkaga), yakni waktunya untuk meminum obat pencegahan yang diberikan dalam program pemberian obat pencegahan massal (POPM) filariasis sebanyak 1 dosis setiap tahun selama 5 tahun berturut-turut.

Tahun ini merupakan tahun keempat bagi Bumi Tenguyun—sebutan lain Bulungan dalam upaya pemberantasan penyakit kaki gajah tersebut, dimana hingga 2020 mendatang. Capaian tahun sebelumnya yang melebihi 100 persen diharapkan bisa kembali ditoreh Bulungan di tahun ini.

Dikatakan Plt Kepala Dinkes Bulungan Kornelis Elbaar melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Imam Sujono, dari 235 kabupaten/kota se Indonesia yang dinyatakan sebagai daerah endemis filariasis atau kaki gajah.

“Lantaran setelah pengambilan sampel di dua wilayah yaitu Teras Baru dan KM 12 sebanyak 300 sampel, hasilnya lebih dari 1 persen ada microfilaria atau anak cacing penyebab kaki gajah,” ungkapnya, Selasa (1/10/19).

Untuk itu kata dia, salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk menekan angka penularan kaki gajah adalah dengan pemberian obat-obatan secara massal. Obat ini diminum sekali dalam setahun selama 5 tahun berturut. Diminum seluruh penduduk berusia antara 2-70 tahun.

“Ini tahun keempat, tahun lalu capainnya 102 persen, artinya melampaui target,” terangnya.

Ia juga menerangkan tahun ketiga sukses secara kuantiti lantaran secara data kependudukan tidak ada di Bulungan namun menjadi sasaran, seperti pendatang, TNI, Polri, hingga pegawai Pemprov Kaltara yang ada di Bulungan.

“Itu diberikan semua, yang kemudian membuat penambahan,” jelasnya.

 Hal tersebut lanjutnya jika berbicara kuantiti, namun jika berbicara kualiti terlebih dahulu harus dilakukan uji, yang mana tahun 2019 ini juga akan dilakukan dengan cara pengambilan darah tepi.

“Yang akan dilakukan  di dua sentinel itu (Teras Baru dan KM 12),” jelasnya.

Disinggung seperti apa tahun ini, dikatakannya jika melihat semangatnya orang-orang yang berkeinginan sehat, maka ada keyakinan bisa melampaui target sebagaimana tahun sebelumnya.

Ditambahkan Plt Kadinkes Bulungan, Kornelis Elbaar, ia juga berharap bisa mencapai 100 persen atau bahkan lebih dalam hal capaian pemberian obat atau pencegahan kaki gajah tersebut.

“Artinya mempertahankan apa yang sudah baik, tahun lalu kan capaiannya melebihi, itu harus dipertahankan, jangan sampai ada kemunduran,” tegasnya.

Jika telah melebihi target, lanjutnya, tentu Bulungan masih bisa menjadi percontontohan bagi daerah lainnya, baik di Kaltara maupun di Indonesia, sebagaimana yang pernah ada.

“Sebenarnya kita sudah menjadi pilot project dalam pencegahan filiriasis tersebut sudah ada yang datang ke Bulungan, yang mana daerahnya di luar dari Kaltara, untuk itu kita berharap bisa sukses tahun ini. Minum obatnya wajib bagi yang sehat,” pungkasnya.(MC Bulungan/sny)

Citra Benuanta
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *