Jelang HUT Tanjung Selor dan Bulungan, Rapat Paripurna Digelar

Jelang HUT Tanjung Selor dan Bulungan, Rapat Paripurna Digelar

Bulungan, CitraBenuanta – Kota Tanjung Selor akan memasuki usia yang ke 229 dan Bulungan memasuki usia ke 59 pada 12 Oktober 2019 ini, jelang peringatannya DPRD dan Pemkab Bulungan gelar Rapat Paripurna Ke-7 masa persidangan 1 Tahun 2019 tentang Peringatan Hari Jadi Kota Tanjung Selor dan Bulungan di Ruang Sidang Datu Adil DPRD Bulungan, Kamis

Bulungan, CitraBenuanta – Kota Tanjung Selor akan memasuki usia yang ke 229 dan Bulungan memasuki usia ke 59 pada 12 Oktober 2019 ini, jelang peringatannya DPRD dan Pemkab Bulungan gelar Rapat Paripurna Ke-7 masa persidangan 1 Tahun 2019 tentang Peringatan Hari Jadi Kota Tanjung Selor dan Bulungan di Ruang Sidang Datu Adil DPRD Bulungan, Kamis (10/10/19).

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Bulungan Kilat didampingi wakil ketua masing-masing Aluh Berlian dan Hamka. Bupati Bulungan Sudjati dan wakilnya Ingkong Ala pun turut hadir dalam rapat tersebut.

Bupati mengingatkan bahwa hari  jadi  Kota Tanjung Selor yang jatuh pada tanggal 12 Oktober 1790 dan hari jadi Kabupaten Bulungan  jatuh  pada tanggal  12 Oktober 1960, merupakan  hasil kajian  yang  mendalam  dan menyeluruh  terhadap  sejarah Kabupaten  Bulungan.

“Berdasarkan hasil seminar pada tanggal 7 dan 8 Mei 1991, dan ditetapkan melaui Peraturan Daerah tingkat II Kabupaten Bulungan Nomor 02 tahun 1991 tanggal 12 Mei 1991, kemudian disahkan dengan surat keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Kalimantan Timur Nomor 003.3 – IV.2 – 44 tanggal 24 Agustus 1991,” terangnya.

Ia menyebutkan, sebagaimana diketahui Bulungan merupakan kabupaten induk pemekaran di wilayah Utara Kalimantan Timur, yang dimulai dari kota Tarakan di tahun 1997, Kabupaten Nunukan dan Malinau di tahun 1999, Kabupaten Tana Tidung di tahun 2007, hingga penetapan Tanjung Selor sebagai ibukota provinsi Kalimantan Utara, melalui Undang-Undang No 20 Tahun 2012, tentang Pembentukan Daerah Otonomi baru atau DOB Provinsi Kalimantan Utara sebagai provinsi ke 34 di Indonesia.

“Melalui sejarah terbentuknya kota Tanjung Selor dan Kabupaten Bulungan yang cukup panjang tersebut, hendaknya menjadi evaluasi dan instropeksi kita bersama,” sebutnya.

Sekaligus lanjutnya momentum bagi semuanya, untuk terus meningkatkan semangat dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat, dengan memanfaatkan segala potensi yang dimiliki kabupaten bulungan.

“Potensi sumber daya manusia maupun sumber daya alam yang cukup melimpah di Bulungan harus dimanfaatkan secara optimal dan dikelola secara bijaksana, agar dapat berkontribusi mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” sebutnya.

Untuk mencapai hal tersebut, dijelaskan bupati tentu butuh persepsi yang sama serta komitmen seluruh pemangku kepentingan Bulungan, karena pemerintah daerah tidak akan mampu mewujudkan hal tersebut kalau tidak ada dukungan dari semua pihak.

“Kita semua harus yakin, perbedaan yang ada jika dikelola dengan baik, akan memunculkan kekuatan yang dahsyat dalam mendorong kemajuan daerah di tengah persaingan global yang sangat tinggi dan cepat,” ucapnya.

Untuk itu disebutkan bupati melalui peringatan hari jadi kota Tanjung Selor dan Bulungan tahun ini, hendaknya dapat menumbuhkan serta meningkatkan semangat kebersamaan dan kerukunan, kesatu paduan kita semua dalam berbagai aspek kehidupan. “Yaitu dengan memanfaatkan potensi-potensi daerah yang kita miliki agar kabupaten bulungan memiliki daya saing tinggi, yang tujuan akhirnya adalah mewujudkan kesejahteraan masyarakat Bulungan,” pungkasnya.(MC Bulungan/sny)

Citra Benuanta
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *