Dinkes Gelar Rakor dan Sosialisasi TP-KJM Program Keswa

Dinkes Gelar Rakor dan Sosialisasi TP-KJM Program Keswa

Bulungan, CitraBenuanta – Dalam rangka pemecahan masalah dan langkah-langkah yang tepat dalam penangganan masalah kesehatan jiwa di Bulungan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Dinas Kesehatan gelar Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TP-KJM) yang dibuka langsung oleh Bupati Bulungan H.Sudjati, SH pada Senin (28/10/19). Dikatakan Plt. Kadinkes Bulungan, Kornelis Elbaar terkait kesehatan jiwa

Bulungan, CitraBenuanta – Dalam rangka pemecahan masalah dan langkah-langkah yang tepat dalam penangganan masalah kesehatan jiwa di Bulungan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Dinas Kesehatan gelar Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TP-KJM) yang dibuka langsung oleh Bupati Bulungan H.Sudjati, SH pada Senin (28/10/19).

Dikatakan Plt. Kadinkes Bulungan, Kornelis Elbaar terkait kesehatan jiwa atau keswa saat ini semakin mendapat perhatian masyarakat dunia. Satu atau lebih gangguan jiwa dan prilaku dialami oleh 25 persen dari seluruh penduduk pada suatu masa dari hidupnya.

“WHO menemukan bahwa 24 persen yang berobat ke pelayanan kesehatan primer memiliki diagnosis gangguan jiwa, seperti depresi hingga cemas,” sebutnya.

Di Indonesia sendiri lanjutnya masalah keswa cukup besar. Saat ini gangguan jiwa menduduki  nomor 2 terbesar. Depresi sendiri pada peringkat ke delapan dengan usia terbanyak yang dipengaruhi adalah usia produktif yaitu 15 hingga 45 tahun.

Kesehatan jiwa tersebut lanjutnya juga dapat menimbulkan dampak sosial antara lain meningkatnya angka kekerasan baik di rumah tangga maupun di masyarakat umum, bunuh diri, penyalahgunaan obat-obatan terlarang hingga mengurangi produktifitas.

“Hal ini tentu perlu diantisipasi mengingat WHO mengestimasikan depresi akan menjadi peringat kedua penyebab beban akibat penyakit dunia setelah jantung pada tahun 2020 dan menjadi peringkat pertama pada tahun 2023,” tegasnya.

Selain itu lanjutnya, masalah keswa lainnya juga adalah pemasungan yang dilakukan terhadap orang dengan gangguan jiwa atau ODGJ. Yang ia katakan banyak alasan terjadinya hal tersebut di masyarakat, seperti kurangnya pemaham tentang gangguan jiwa dan penanganannya, stigma masyarakat hingga sulitnya mendapatkan akses layanan kesehatan jiwa itu sendiri.

“Di Bulungan sendiri jika berdasarkan data yang ada, pada tahun 2017 ada sebanyak 2 kasus, 2018 7 kasus dan tahun ini ada 2 kasus,” sebutnya.

Untuk itu lanjutnya, semakin kompleksnya serta semakin meningkatkany kasus keswa maka perlu pendekatan dan pemecahan masalah dengan persiapan dan langkah-langkah yang tepat. Dalam pelaksanaannya perlu peningkatan kerjasama antara lintas sektor dan peran serta masyarakat.

“Untuk itu pertemuan hari ini saya berharap dapat menghasilkan beberapa kesepakatan dalam hal melakukan koordinasi dan kolaborasi secara terpadu dan bersinergi dalam penanganan keswa di Bulungan, sehingga apliksasinya bisa ce[at, tepat dan akurat dalam pelayanan keswa tersebut,” pungkasnya.

Sementara itu Bupati Bulungan, H. Sudjati, SH menambahkan bahwa kesehatan adalah hak fundamental setiap warga, karena itu setiap individu keluarga dan masyarakat berhak memperoleh perlindungan terhadap kesehatannya dan negara bertanggung jawab mengatur agar masyarakat terpenuhi hak hidup sehat bagi penduduknya termasuk bagi masyarakat miskin dan tidak mampu.

Berkaitan dengan masalah keswa lanjutnya dewasa ini memang telah menjadi masalah kesehatan global dan pesatnya teknologi memberi dampak terhadap nilai-nilai sosial dan budaya masyarakat.

“Untuk itu kita perlu mengembangkan upaya kesehatan jiwa berbasis masyarakat atau UKJBM, yang ujung tombaknya adalah puskesmas dan berkerjasama masyarakat untuk mencegah meningkatnya gangguan jiwa,” sebutnya.

Ia menegaskan agar puskesmas harus mampu memberikan pelayanan kesehatan jiwa termasuk pengobatan yang diperlukann. Kemudian rumah sakit umum juga harus menyediakan tempat tidur sehingga bisa merawat ODGJ yang memerlukan perawatan.

“Upaya-upaya lainnya juga harus dilakukan secara terintegrasi, komprehensif dan berkesinambungan dengan tujuan menjamin setiap orang agar dapat mencapai kualitas hidup yang baik, menikmati kehidupan kejiwaan yang sehat, bebas dari ketakutan, tekanan dan gangguan lainnya yang dapat menganggu keswa,” pungkasnya.(MC Bulungan/sny)

Citra Benuanta
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *