Bulungan Berhasil Tingkatkan Keterampilan Literasi di Kelas Awal

Bulungan Berhasil Tingkatkan Keterampilan Literasi di Kelas Awal

Bulungan, CitraBenuanta – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan dalam beberapa tahun ini berhasil meningkatkan keterampilan literasi, khususnya membaca pada siswa-siswi kelas awal. Hal ini diungkapkan dalam Rapat Perencanaan Program Peningkatan Mutu Pendidikan Dasar Tingkatkan SD Kabupaten Bulungan tahun 2020, Rabu (20/11/19). Dijelaskan Manager Provincial Inovasi Kaltara, Handoko Widogdo, rendahnya keterampilan membaca siswa SD di Indonesia, menjadi

Bulungan, CitraBenuanta – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan dalam beberapa tahun ini berhasil meningkatkan keterampilan literasi, khususnya membaca pada siswa-siswi kelas awal. Hal ini diungkapkan dalam Rapat Perencanaan Program Peningkatan Mutu Pendidikan Dasar Tingkatkan SD Kabupaten Bulungan tahun 2020, Rabu (20/11/19).

Dijelaskan Manager Provincial Inovasi Kaltara, Handoko Widogdo, rendahnya keterampilan membaca siswa SD di Indonesia, menjadi tantangan pendidikan yang serius.

Hasil Assesmen Kompetesi Siswa Indonesia (AKSI) Kemendikbud 2016, menunjukkan lebih dari 47 persen siswa kelas 4 SD tidak memiliki keterampilan membaca. Bahkan di Kalimantan Utara (Kaltara), kemampuan membaca siswa SD kelas 4 berada dua point
dibawah rata-rata nasional.

Gove and Watterberg (2011) menyatakan, keterampilan membaca dan
menulis merupakan kunci untuk mempelajari mata pelajaran lainnya.
Dengan demikian dibutuhkan intervesi dimulai dari kelas awal (kelas 1-3
SD) agar anak memiliki keterampilan membaca yang baik.

“Intervensi ini untuk memastikan anak sudah bisa membaca, paling lambat kelas 3 SD,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan menjawab tantangan tersebut, dengan tiga strategi, pertama melalui pelatihan guru, kedua peningkatan budaya baca dan ketiga layanan khusus bagi siswa yang lamban membaca dan belajar atau slow leaner.

“Bersama program Inovasi (Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia, ketiga strategi tersebut diujicobakan pada 7 Sekolah Dasar, 2 Gugus di Kecamatan Tanjung Selor dan Tanjung Selor Timur,” ungkapnya.

Setelah dua tahun berjalan atau diujicobakan, lanjutnya, intervensi ketiga strategi yang dibuat oleh Pemkab Bulungan terbukti berhasil meningkatkan keterampilan membaca siswa kelas awal.

“Peningkatan itu terlihat dari meningkatnya jumlah siswa yang lolos test literasi dasar, dari 57 persen di tahun 2017 menjadi 94 persen di tahun 2019,” ungkapnya.

“Sedangkan pada tingkat kelancaran dan pemahaman membaca, skor kelulusan meningkat dari 49,4 di tahun 2017 menjadi 62,7 di tahun 2019. Siswa yang diuji kelancaran dan pemahaman membacanya adalah siswa yang lolos test literasi dasar,” sambungnya.

Sementara itu Bupati Bulungan H.Sudjati, menerangkan ia atas nama Pemkab Bulungan, mengucapkan terima kasih dan menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya, atas dilaksanakannya kegiatan tersebut sebagai tindak lanjut dari program Inovasi untuk anak indonesia yang telah berjalan di kabupaten bulungan sejak 2017.

“Sebagaimana kita ketahui, program inovasi adalah kemitraan penting antara pemerintah Australia dan Indonesia di bidang peningkatan mutu pendidikan jenjang pendidikan dasar,” jelasnya. 

Kemudian gerakan literasi nasional atau GLN, adalah sebuah gerakan yang diluncurkan Menteri Pendidikan Indonesia pada Tahun 2016 sebagai implementasi dari Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti.

“Pada dasarnya, gerakan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara pemeran kunci dalam sistem pendidikan Indonesia, dan memperluas keikutsertaan publik dalam membudayakan gerakan literasi di skala nasional,” sebutnya.

Oleh karena itu, melalui rapat perencanaan program kerjasama antara dinas pendidikan dan kebudayaan dengan dukungan inovasi Kabupaten Bulungan Ini, saya harapkan kegiatan program inovasi semakin banyak dan semakin intensif dilaksanakan di Kabupaten Bulungan.

“Saya percaya bahwa secara individu, guru-guru kita di lapangan sebenarnya memiliki potensi untuk melakukan perbaikan kualitas pembelajaran. Yang perlu disiapkan adalah bagaimana menciptakan kondisi dan lingkungan yang memungkinkan potensi ini untuk dioptimalkan,” tuturnya.

Maka kegiatan rapat perencanaan program kerjasama tersebut, agar dimaksimalkan untuk memperkuat keberadaan dokumentasi, modul teknis ataupun melengkapi perangkat teknis, yang diperlukan untuk pengembangan ataupun praktik-praktik pembelajaran yang sudah terbukti dengan baik ini secara lebih luas.

“Selanjutnya, atas berbagai keberhasilan program inovasi di Bulungan, saya ingin menegaskan bahwa Pemkab mendukung penuh, keberlanjutan dan penyebarluasan penerapan inovasi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah,” pungkasnya.(MC Bulungan/sny)

Citra Benuanta
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *