Tekan Covid-19, Bulungan Terapkan SOP Deteksi dan Respon Pelaku Perjalanan

Tekan Covid-19, Bulungan Terapkan SOP Deteksi dan Respon Pelaku Perjalanan

Bulungan, CitraBenuanta – Mengingat semakin meningkatnya jumlah kasus positif Covid-19 di Bulungan, Pemkab bersama instansi terkait melakukan rapat koordinasi guna menentukan langka-langkah kedepannya, Senin (4/5/2020). Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulungan per tanggal 3 Mei 2020, jumlah kasus positif di Bulungan mencapai 37 orang dari 8 klaster atau tertinggi saat ini di Kalimantan Utara. Rapat

Bulungan, CitraBenuanta – Mengingat semakin meningkatnya jumlah kasus positif Covid-19 di Bulungan, Pemkab bersama instansi terkait melakukan rapat koordinasi guna menentukan langka-langkah kedepannya, Senin (4/5/2020).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulungan per tanggal 3 Mei 2020, jumlah kasus positif di Bulungan mencapai 37 orang dari 8 klaster atau tertinggi saat ini di Kalimantan Utara.

Rapat sendiri dipimpin langsung oleh Bupati Bulungan, Sudjati selaku ketua Gugus Tugas Percepatan Penangganan Covid-19, didampingi oleh Wakil Bupati Ingkong Ala, turut hadir pula Kapolres Bulungan AKBP Yudisthira Midyahwan dan Dandim 0903/TSR Kolonel Inf Aswin Kartawijaya dan instansi serta Organisasi Peangkat Daerah Terkait.

Berdasarkan rapat tersebut beberapa hal yang menjadi pembahasan, diantaranya penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) deteksi dan respon pelaku perjalanan, yang mana telah ditandatangani oleh Bupati Bulungan dalam upaya menekan perkembangan Covid-19 di Bulungan yang semakin meningkat.

Dalam SOP tersebut yang akan diterapkan seperti wajib menggunakan masker, wajib ada surat keterangan kesehatan dari daerah asal, wajib skreening kesehatan (Pemeriksaan suhu tubuh dengan thermal gun oleh petugas dengan menggunakan APD.

Kemudian pelaku perjalanan wajib mengisi kartu kewaspadaan, yang apabila berasal dari zona hijau wajib karantina mandiri selama 14 hari, jika dari zona merah wajib karantina selama 21 hari kemudian diserahkan kepada aparat setempat untuk mendapatkan pengawasan.

Bila tujuan kedatangan di luar kabupaten Bulungan dipastikan untuk segera melapor ke posko penjagaan pintu masuk.

Kemudian apabila ditemukan ada pelaku perjalanan mengalami peningkatan suhu tubuh atau lebih dari 38 derajat celcius maka akan dilakukan anamnesa atau pemeriksaan awal dan wawancara untuk menentukan apakah memenuhi kriteria Covid-19 di tempat pemeriksaan dengan menggunakan APD.

Apabila perlaku perjalanan terindikasi terdapat gejala mengarah ke kasus Covid-19 maka petugas setempat akan menghubungi hotline tanggap darutat Covid-10 Bulungan untuk dilakukan tata laksana sesuai dengan kondisi pasien. Serta beberapa hal lainnya yang akan diterapkan dan disosialisasikan kepada masyarakat.

Dikatakan Bupati Bulungan, Sudjati, SOP tersebut akan diberlakukan sepanjang Bulungan belum menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), yang mana penerapan PSBB tersebut masih dikaji bersama.

“Setelah ini kita akan lakukan rapat teknis lagi bersama OPD atau bersama gugus tugas, apakah kita akan mengarah kepada PSBB atau tidak, kita akan bahas secara mendalam dengan melihat kondisi daerah, SOP yang diterbitkan tersebut juga hampir mirip dengan PSBB,” pungkasnya.(MC Bulungan/sny).

Citra Benuanta
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *