Hewan Kurban Akan Diperiksa Antemortem dan Postmortem

Hewan Kurban Akan Diperiksa Antemortem dan Postmortem

Bulungan, CitraBenuanta –  Sebagaimana tahun sebelumnya, pada pelaksaan Idul Adha yang akan jatuh pada akhir bulan ini, Dinas Pertanian Bulungan akan melakukan pemeriksaan terhadap hewan-hewan yang hendak dikurbankan, pemeriksaan meliputi antemortem dan postmortem. Disebutkan Kepala Dinas Pertanian, Ahmad Yani, pihaknya akan melakukan pemeriksaan paling tidak dua atau tiga hari sebelum Idul Adha. Ia menjelaskan akan

Bulungan, CitraBenuanta –  Sebagaimana tahun sebelumnya, pada pelaksaan Idul Adha yang akan jatuh pada akhir bulan ini, Dinas Pertanian Bulungan akan melakukan pemeriksaan terhadap hewan-hewan yang hendak dikurbankan, pemeriksaan meliputi antemortem dan postmortem.

Disebutkan Kepala Dinas Pertanian, Ahmad Yani, pihaknya akan melakukan pemeriksaan paling tidak dua atau tiga hari sebelum Idul Adha. Ia menjelaskan akan dibentuk tim dengan dasar Surat Keputusan dan Standar Operasional Prosedur (SOP) pemeriksaan hewan kurban, yang nantinya bertugas untuk memeriksa hewan kurban sebelum dan sesudah hewan dipotong.

“Tak hanya sebelumnya saja, sesudah pemotongan juga akan kembali diperiksa daging dan bagian dalamnya,” sebutnya.

“Namun sebelumnya kita akan melakukan pendataan terlebih dahulu,” sambungnya.

Ia membeberkan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemeriksaan, yaitu antemortem, yang meliputi pemeriksaan pada gigi, mulut, bulu, dan kelincahan hewan itu sendiri. Kemudian, telinga, kuku hingga air liurnya, termasuk umur hewan.

“Juga pemeriksaan postmortem yang akan dilakukan saat penyembelihan yaitu memeriksa isi rongga perut dan isi rongga dada, untuk memeriksa ada atau tidak cacing hati dan penyakit lainnya,” terangnya.

Pemeriksaan tersebut kata dia tentu sangat penting dilakukan sebab untuk mencegah penyakit hewan yang dapat menular kepada manusia, sehingga kegiatan tersebut juga rutin dilakukan setiap tahunnya.

“Dengan tujuan agar hewan kurban yang akan dikonsumsi masyarakat benar layak dari segi kesehatannya, misal, nantinya ditemukan cacing hati dan penyakit lainnya, maka ini akan segera ditindaklanjuti dengen segera memisahkannya,’’ sebutnya.

Ia menegaskan apabila ada hewan yang terindikasi memiliki penyakit maka akan dilarang untuk dikurbankan, hal tersebut pula yang ia tegaskan nantinya kepada para petugas pemeriksaan agar dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. “Sebab ini (Kurban, Red) akan bersentuhan langsung kepada masyarakat,” pungkasnya.(MC Bulungans/sny)

Citra Benuanta
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *