DPRD Gelar Sidang Paripurna HUT Bulungan

DPRD Gelar Sidang Paripurna HUT Bulungan

Bulungan, CitraBenuanta – DPRD Kabupaten Bulungan menggelar sidang paripurna pada Sabtu pagi (10/10) memperingati HUT ke 230 Tanjung Selor dan HUT ke 60 Kabupaten Bulungan tahun 2020. Ketua DPRD Bulungan, Kilat Bilung, A.Md membacakan sejarah singkat Tanjung Selor dan Kabupaten Bulungan serta turut menyerahkan potongan Nasi Wasur kepada Bupati Bulungan, H Sudjati, SH dalam acara

Bulungan, CitraBenuanta – DPRD Kabupaten Bulungan menggelar sidang paripurna pada Sabtu pagi (10/10) memperingati HUT ke 230 Tanjung Selor dan HUT ke 60 Kabupaten Bulungan tahun 2020.

Ketua DPRD Bulungan, Kilat Bilung, A.Md membacakan sejarah singkat Tanjung Selor dan Kabupaten Bulungan serta turut menyerahkan potongan Nasi Wasur kepada Bupati Bulungan, H Sudjati, SH dalam acara yang berlangsung di Ruang Sidang Datu Adil DPRD Bulungan di Jl Ulin, Tanjung Selor.

Dijelaskan legenda asal muasal suku Bulungan disebutkan dari sepotong bambu atau bulu tengon dan sebiji telur. Potongan bambu tersebut berubah menjadi sosok bayi lelaki yang diberi nama Jau Iru dan telur berubah menjadi bayi perempuan yang diberi nama Lemlai Suri.

Keturunan mereka berdua ada yang menikah dengan Datuk Mencang dari Kerajaan Brunei yang akhirnya melahirkan suku Bulungan. Datuk Mencang memimpin suku Bulungan dengan gelar Ksatria Wira pada tahun 1555 hingga 1595.

Selanjutnya kekuasaan secara turun temurun merubah sistem pemerintahan suku menjadi Kesultanan Bulungan, dengan sultan pertama adalah Wira Amir yang bergelar Sultan Amiril Mukminin pada tahun 1731 sampai 1777.

Satu catatan penting di masa pemerintahan Sultan Maulana Muhammad Djalaluddin pada Upacara 17 Agustus 1949, sultan memimpin upacara pengibaran bendera Merah Putih di halaman istana Sultan Bulungan.

Kemudian melalui Surat Keputusan Gubernur Kalimantan Nomor 186/Orb/92/14/1950 kedudukan Kesultanan Bulungan ditetapkan sebagai Wilayah Swapraja. Keputusan Gubernur ini disahkan dengan Undang-Undang Darurat RI Nomor 3 Tahun 1953.

Lalu berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1955, wilayah Kesultanan Bulungan ditetapkan menjadi Daerah Istimewa, dan Sultan Maulana Djalaluddin diangkat menjadi Kepala Daerah Bulungan Pertama sampai dengan akhir hayatnya di tahun 1958.

Bupati Bulungan dalam sambutannya menjelaskan, peringatan hari jadi Tanjung Selor dan Kabupaten Bulungan menjadi momen evaluasi semua pihak. Adanya pandemi Covid-19 juga tidak mengurangi semangat dan makna hari jadi yang tahun ini mengusung tema Dengan Semangat Hari Jadi Tanjung Selor ke 230 dan Kabupaten Bulungan ke 60, Mari Kita Tingkatkan Kewaspadaan Diri Menghadapi Bahaya Covid-19 Melalui Perilaku. Hidup Bersih dan Sehat.

“Adanya pandemi Covid-19 yang belum berakhir sampai dengan saat ini, membuat kita semua menghadapi tantangan yang semakin meningkat.” ucap Bupati dalam sidang yang turut dihadiri Sekprov Kaltara, Forkopimda serta perwakilan perangkat daerah Pemerintah Kabupaten Bulungan.

Dilanjutkannya, tantangan tersebut yaitu tantangan untuk menjaga kesehatan masyarakat, mengurangi kemiskinan dan pengangguran, banjir, tanah longsor, kebakaran hutan dan lahan, kekumuhan dan sejumlah persoalan lain yang dapat mengurangi kualitas kehidupan masyarakat.(MC Bulungan/KP)

Citra Benuanta
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *