Sediakan Layanan Pendidikan Bermutu selama Pandemi, Bulungan Gerakan KKG

Sediakan Layanan Pendidikan Bermutu selama Pandemi, Bulungan Gerakan KKG

Bulungan, CitraBenuanta – Kabupaten Bulungan di Provinsi Kalimantan Utara menggerakan kelompok kerja guru (KKG) untuk menghadapi pandemi COVID-19 di sektor pendidikan. Melalui KKG, Bulungan melatih guru menggunakan kurikulum darurat (kurikulum dalam kondisi khusus). Strategi pelatihan dan pendampingan dilakukan secara bertingkat. Kepala sekolah, pengawas, dan guru-guru terbaik dilatih sebagai fasilitator. Setelah itu, fasilitator melatih guru-guru lain

Bulungan, CitraBenuanta – Kabupaten Bulungan di Provinsi Kalimantan Utara menggerakan kelompok kerja guru (KKG) untuk menghadapi pandemi COVID-19 di sektor pendidikan. Melalui KKG, Bulungan melatih guru menggunakan kurikulum darurat (kurikulum dalam kondisi khusus).

Strategi pelatihan dan pendampingan dilakukan secara bertingkat. Kepala sekolah, pengawas, dan guru-guru terbaik dilatih sebagai fasilitator. Setelah itu, fasilitator melatih guru-guru lain digugusnya masing-masing. Pelatihan ini diikuti dengan pendampingan yang intensif, sehingga guru benar-benar mampu menggunakan kurikulum darurat, serta bisa melibatkan orangtua dalam pembelajaran.

Pada tahap awal, pelatihan berbasis KKG melalui program rintisan. Desain ini dimaksudkan, agar fasilitator dan guru mendapatkan pengalaman mendalam saat menggunakan kurikulum darurat. Pengalaman tersebut kemudian digunakan untuk memperbaiki kualitas pelatihan berbasis KKG. Hasil perbaikan ini yang digunakan untuk penyebarluasan kebanyak gugus lainnya.

“Strategi pelatihan berbasis KKG sudah kami ujicobakan sepanjang tahun 2017 sampai 2019 untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas awal. Hasilnya kami berhasil memangkas waktu penuntasan kompetensi literasi dasar dari tiga tahun menjadi dua tahun,” tutur Bupati Bulungan, Sudjati, dalam webinar Strategi Bulungan Menjalankan Pembelajaran di Masa Pendemi dengan Kurikulum Darurat, Kamis (19/10).

Pada tahun 2017, Bulungan dengan dukungan Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) mengembangkan program rintisan literasi kelas awal berbasis pelatihan KKG di 7 SD yang berada di kecamatan Tanjung Selor dan Tanjung Palas Timur. Setelah dua tahun, program rintisan ini mampu meningkatkan jumlah siswa yang lulus test literasi dasar.

Jika di Desember 2017 hanya 57 persen siswa yang mampu mengenali kata, suku kata, dan kata, maka jumlah itu meningkat menjadi 94 persen di November 2019. Keberhasilan program rintisan ini kemudian disebarluaskan kepada 138 SD lain di 24 gugus dengan melibatkan 159 fasilitator baru, 262 guru, dan memberikan manfaat kepada 9.135 siswa.


Pendekatan serupa digunakan selama pandemi COVID-19. Pada tahap awal, Bulungan memulai program rintisan penggunana kurikulum darurat di 6 gugus. Program rintisan ini melibatkan 18 fasilitator, 30 sekolah, dan 262 guru. Dalam waktu singkat, pengalaman dari program rintisan ini akan disebarluaskan ke 115 SD yang lain. Pendekatan ini diharapkan memberikan manfaat langsung kepada 17.724 siswa SD di Bulungan.(MC Bulungan/sny)

Citra Benuanta
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *