Dinkes Gelar Workshop Penyusunan Strakom Pencegahan Stunting

Dinkes Gelar Workshop Penyusunan Strakom Pencegahan Stunting

MEMBUKA : Kepala Dinkes Bulungan Imam Sudjono (Tengah) saat membuka kegiatan tersebut di ruang pertemuan Dinkes Bulungan, Selasa (5/10/2021)

Bulungan, CitraBenuanta – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulungan mengelar worshop penyusunan strategi komunikasi (Strakom) bagi sasaran kunci pencegahan stunting dengan mengundang Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yang dilaksanakan di ruang pertemuan Dinkes, Selasa (5/10/2021).

Kepala Dinkes Bulungan Imam Sudjono menyampaikan stunting merupakan akibat dari salah satunya kekurangan gizi bagi balita dalam waktu 1000 hari pertama kehidupan, hal ini tidak hanya menyebabkan hambatan bagi pertumbuhan gizi dan kerentanan terhadap berbagai penyakit, namun juga mengancam perkembangan kognitif.

“Yang akan mempengaruhi pada tingkat kecerdasan, produktifitas anak serta resiko terjadinya gangguan metabolik yang berdampak pada resiko terjadinya penyakit regeneratif ketika usia dewasanya nanti,” ungkapnya.

Kemudian lanjut dikatakan Imam Stunting merupakan salah satu masalah gizi terbesar keluarga besar balita di Indonesia, hasil riset kesehatan data pada tahun 2018 menyebutkan sebanyak 30,8 persen balita secara nasional menderita stunting.

“Terkait masih tingginya prevelansi stunting tersebut secara nasional, Kabupaten Bulungan telah menetapkan pada tahun 2020 sebagai lokus pencegahan stunting dari 2.600 kabupaten kota,” ungkapnya.

Dimana kata Imam dari hasil survey USG tahun 2016-2017 angka prevelansi stunting di Kabupaten Bulungan diatas 30 persen. Untuk itu kata dia pencegahan stunting memerlukan langkah intervensi yang terpadu.

“Dengan melibatkan lintas sektoral dan menyasar prioritas kelompok merupakan kunci keberhasilan perbaikan gizi dan tumbuh kembang anak, yang pada akhirnya membantu terhadap pencegahan stunting,” bebernya.

Strategi nasional dalam pencegahan stunting ini kata dia ada 5 pilar, pertama komitmen dan misi kepemimpinan, Bulungan sendiri kata dia telah melaksanakan hal tersebut dari beberapa tahun yang lalu. Kedua kata dia kampanye nasional perubahan prilaku. Ketiga kovergensi, koordinasi dan konsolidasi program pusat, daerah dan desa. Keempat gizi dan ketahanan pangan dan kelima pemantauan dan evaluasi.

“Kelima pilar startegi ini diharapkan dapat diselenggarakan di semua tingkatan pemerintah dengan melibatkan berbagai institusi, pemerintah yang terkait maupun non pemerintah seperti swasta, organisasi masyarakat, organisasi profesi dan kelompok-kelompok lainnya,” pungkasnya.(MC Bulungan/sny)

Citra Benuanta
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos