Pemerintah Kembangkan Kawasan Industri Hijau di Bulungan

  • Bagikan

Bulungan, CitraBenuanta – Langkah pemerintah untuk bersaing secara global dengan melalui pengembangan Kawasan Industri Hijau di wilayah Mangkupadi, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara yang pertama di dunia.

Dikutip dari Infopublik.id Kawasan Industri Hijau Indonesia ini nantinya akan memiliki luas mencapai 30 ribu hektar (ha) setelah melalui beberapa tahap pengembangan. Pembangunan kawasan ini dapat terlaksana berkat kerjasama besar antara Indonesia dengan Cina serta United Emirat Arab (UEA).

Indonesia akan membuat dua kriteria industri yang akan berkembang di wilayah industri hijau ini. Pertama, industri diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah dari kekayaan bahan mentah yang dimiliki. Nilai tambah tersebut akan semakin tinggi dengan diproses melalui sumber EBT yang dimiliki. Kedua, industri yang dibangun dapat menempatkan Indonesia pada posisi kunci dalam pemanfaatan teknologi kedepannya.

“Kami menyebutnya Future Industries. Oleh karena itu, industri baterai yang akan dibangun di sini nantinya tidak hanya berbasis nikel, tetapi juga non nikel. Kita juga akan membangun pabrik solar panel dan precision engineering manufacturing facility,” jelas Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan pada groundbreaking Kawasan Industri Hijau di Wilayah Tanah Kuning, Kab. Bulungan, Kalimantan Utara, Selasa (21/12/2021).

Kawasan ini akan dibangun teknologi terkini, seperti pembangunan pabrik alumunium smelter untuk mempercepat hilirisasi dan mendukung sektor pembangunan di Indonesia. Kawasan ini juga dapat dimanfaatkan dalam perkembangan pembangunan new energy battery yang dapat mendukung program pemerintah dalam meningkatkan penurunan emisi pada 2030 melalui penggunaan kendaraan listrik.

Adapun rencana pembangunan fasilitas di kawasan ini, yaitu pembangunan pelabuhan, bandara, hotel dan akomodasi karyawan.

Melalui Kawasan Industri Hijau ini akan menjadi lompatan transformasi ekonomi Indonesia dari hasil ekonomi non hijau ke ekonomi hijau yang ramah lingkungan dan sustainable.

Kemudian, kawasan ini juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang diperoleh melalui penerimaan negara yang meningkat, neraca perdagangan surplus, dan tercapainya pemerataan ekonomi. Hal tersebut dapat diperoleh dari pengelolaan sumberdaya dari hulu ke hilir, khususnya di kawasan tersebut.

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan juga telah berkoordinasi dengan Pemprov Kaltara dan Pemkab Bulungan agar dapat dibangun Balai Latihan Kerja untuk mempersiapkan SDM bagi pembangunan kawasan industri hijau ini. PT KIPI juga telah berkomitmen untuk membangun Politeknik guna mendidik SDM lokal untuk bekerja di wilayah ini.

“Hal ini penting karena jumlah penyerapan tenaga kerja pada saat proses konstruksi bisa mencapai 100 ribu dan kemudian akan turun menjadi 50-60 ribu pada saat proses operasi,” tambah Luhut.

Menko Marves berharap agar investor juga turut mengajak partner lokal, baik pengusaha nasional dan daerah dalam pengembangan kawasan. Hal ini dapat dicapai melalui transfer teknologi, sehingga akan membangun kapasitas industri nasional secara keseluruhan.

Kemudian, hal lain yang perlu diperhatikan, yaitu melibatkan UMKM di daerah sehingga pelaku UMKM juga dapat merasakan hasil pembangunan di wilayah kawasan industri hijau ini.(MC Bulungan/sny)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.