RS Pratama Bunyu Mulai Dibangun

  • Bagikan
GROUNDBREAKING : Bupati Bulungan Syarwani serta pihak terkait lainnya saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan RS Pratama Bunyu.

Bulungan, CitraBenuanta – Setelah belasan tahun menunggu, akhirnya rumah sakit pratama di kecamatan Bunyu akan segera dibangun bulan ini, setelah dilakukannya peletakan batu pertama oleh Bupati Bulungan Syarwani di Jalan Gunung Daeng, Desa Bunyu Timur, Eks Lokasi Tambang PT Lamindi Inter Multikon, Jumat (25/02/2022).

Kepala Dinas Kesehatan Bulungan Imam Sujono mengatakan setelah belasan menunggu dan diimpikan akhirnya rumah sakit pratama Bunyu tersebut akhirnya sudah ada titik terang dengan adanya grounbreaking yang dilakukan tersebut.

Untuk itu ia berterima kasih kepada pihak-pihak yang turut memperjuangakan pusat layanan kesehatan tersebut, seperti halnya Bupati Bulungan Syarwani dan Anggotan DPR RI Deddy Sitorus yang telah memperjuangkan dari sisi penganggaran.

“12 tahun kita telah memimpikan hingga akhirnya sekarang sudah ada titik terang, untuk itu mari sama-sama kita kawal proses yang ada hingga bulan Desember nanti,” kata dia.

Sehingga lanjutnya pembangunan gedung rumah sakit yang akan dibuat dua tingkat tersebut dapat terlaksana sebagaimana mestinya sehingga bisa berdiri kokoh, sehingga tahun depan atau tahun 2024 sudah bisa digunakan untuk masyarakat.

Ia juga menyebutkan dalam upaya pembangunan RS Pratama tersebut banyak pihak yang terlibat, seperti misalnya pada bagian Land Clearing lahan dilaksanakan oleh PT Lamindo Inter Multikon, pihak PT Pertamina, PT Garda Tujuh Buana dan sebagaian sub-sub dari PT LIM.

“Karena memang tidak ada dianggarkan oleh pusat, sehingga dilakukan oleh pihak-pihak tersebut,” bebernya.

Sementara itu Bupati Bulungan Syarwani mengatakan rumah sakit tersebut berdiri diatas lahan seluas 4,5 hektare yang merupakan hibah dari PT LIM, dimana menggunakan APBN sekira Rp 82 miliar. Untuk itu kata dia kewajiban semua pihak untuk bisa bersama-sama mengawal proses pembangunan yang ada hingga selesai.

“Ini bekas tambang yang sudah direklamasi oleh PT LIM,” jelasnya.

Disinggung mengenai infrastruktur jalan menuju rumah sakit tersebut, ia menyebutkan semua harus dikomunikasikan, seperti jalan, itu merupakan jalan yang dikuasai oleh PT Pertamina termasukan juga PT LIM yang artinya jika mau dibangun harus clear. Sebagaimana disampaikan Anggota DPR RI Deddy Sitorus, ada perjuangan lanjutan bagaimana pihak yang ada tersebut, utama Pertamina EP Bunyu mengusulkan kepada jajaran direksinya untuk bisa diaspal.

“Demikian juga diingatkan kepada pihak PT Lamindo sendiri,” ucapnya.

Tertatanya akses jalan tersebut dalam artian diaspal, tentu menguntungkan pihak kedua perusahaan sebab karyawannya hingga masyarakat dapat menikmatinya sehingga kedepan dengan lancarnya arus transportasi pemanfaatan fasilitas yang ada, salah satunya rumah sakit pratama bisa lebih maksimal lagi.

“Kita sinergi lah, tidak bisa dilaksanakan sendiri oleh pemerintah daerah,” tutupnya.(MC Bulungan/sny)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.