Pemkab Akan Ubah Sejumlah Nama Jalan dan Nama Fasilitas Publik

  • Bagikan
RAPAT : Rapat Koordinasi mengenai perubahan nama jalan dan fasilitas publik yang ada di Bulungan, khususnya di Tanjung Selor. Dipimpin langsung oleh Bupati Bulungan Syarwani.

Bulungan, CitraBenuanta – Dalam rangka menginventarisir sejumlah nama jalan dan nama fasilitas publik yang ada di Bulungan yang akan diubah, khususnya di Tanjung Selor, Pemerintah Kabupaten Bulungan mengelar rapat koordinasi rencana perubahan nama yang dipimpin langsung oleh Bupati Bulungan Syarwani di ruang rapat sekda, Jumat (25/03/2022).

Didampingi Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Jamaluddin Saleh, Asisten Bidang Administrasi Umum Adi Irwansyah dan dihadiri oleh Rektor Unikaltar Abdul Jabarsyah serta pihak kecamatan, dinas serta instansi terkait dan tokoh masyarakat.

Disampaikan Bupati Bulungan Syarwani, rencana perubahan pemberian nama-nama jalan dan fasilitas publik tersebut setelah menerima masukan-masukan dari masyarakat juga saran dari Gubernur Kalimantan Utara.

“Memang ada masukan-masukan yang disampaikan kepada Pemkab Bulungan, untuk itu kita adakan rapat koordinasi sebagai langkah awal untuk bisa menyamakan presepsi dan inventarisir yang akan diubah,” ungkap bupati.

Bupati juga mengakui bahwa sejumlah penamaan baik jalan maupun fasilitas publik harus diatur ulang mengingat banyak nama jalan yang sama serta nama fasilitas publik yang tidak mengambarkan sejarah dan kearifan lokal.

“Kami bertujuan, rencana dilakukannya pergantian nama ini untuk mengenang jasa para pahlawan dan tokoh-tokoh lokal, agar generasi muda kita bisa lebih mengenal sejarah Kabupaten Bulungan,” ungkap bupati.

Sejumlah nama jalan dan fasilitas publik yang akan diubah seperti Jalan Meranti, Jalan Sengkawit serta beberapa jalan lainya, untuk fasilitas publik seperti Lapangan Agatis, nama Jembatan Meranti dan Bandara Tanjung Harapan berdasarkan usulan yang ada.

“Untuk bandara sebagaimana disampaikan rektor unikaltar, pihaknya tersebut sudah melakukan penelitian dan membuat naskah akademik. Pihak Unikaltar juga mengusulkan pergantian nama pelabuhan yang ada di Tanjung Selor.

“Selain itu diusulkan juga agar nama gang-gang yang ada di Sepanjang Jalan Sengkawit untuk ditingkatkan menjadi nama jalan, ini untuk menaikan NJOP,” sambung bupati.

Bupati menjelaskan bahwa rapat tersebut bukan lah rapat final, akan dilakukan rapat lanjutan dengan melibatkan lebih banyak pihak lagi, setelah rapat ini kata bupati juga akan dilakukan penelitian awal untuk pemberian nama jalan dan fasilitas publik yang baru di Bulungan.

“Khususnya di Tanjung Selor yang akan kita fokuskan menjadi pilot project. Sejarah tidak boleh ditinggalkan,” tegas bupati.

Bupati juga mengatakan akan dilakukan inventarisir jalan mana yang akan diubah namanya, serta aspek yuridis penamaan jalan serta nama-nama yang akan dipakai sebagai pengganti untuk nama jalan dan fasilitas publik yang ada.

“Kedepan juga mungkin akan ada peraturan yang akan kita buat, untuk nama jalan agar masyarakat tidak seenaknya membuat nama jalan. Kita juga akan memprioritaskan nama bandara kita saat ini agar bisa diganti,” terangnya.

Bupati juga berharap saat hari jadi Bulungan nanti, seluruh penamaan baru baik jalan dan fasilitas publik yang ada dapat selesai dan diperkenalkan kembali kepada masyarakat. Bupati mengakui masih banyak PR besar yang harus diselesaikan oleh Pemkab Bulungan.(MC Bulungan/sgf/sny)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *